1000 Pengunjung Menghadiri Hari Pertama Pameran Indonesia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pameran perdagangan dan pariwisata Indonesia (Indonesia Trade and Tourism Promotion) 2009 yang diselenggarakan di Mondial Center, Phnom Penh, Kamboja telah mampu menarik perhatian lebih dari seribu pengunjung dari berbagai kalangan pada hari pertama pelaksanaannya.

Pameran perdagangan dan pariwisata yang dibuka oleh Duta Besar RI,Ngurah Swajaya , Under Secretary of State, Kementerian Perdagangan, Veng Sothy  serta  Vice Governor Phnom Penh,  tersebut diikuti oleh 36 perusahaan baik dari Indonesia maupun Kamboja yang menjual produk Indonesia. Selain beberapa UKM yang menjual produk seperti barang kerajinan dan batik, pameran kali ini juga dimeriahkan oleh beberapa perusahaan besar di bidangnya seperti indofood, indofarma, pt tekpak, pt rutan, pt kedaung industrial dan sebagainya.

Pameran yang akan dilaksanakan dari tanggal 20 November 2009 sampai dengan tanggal 23 November 2009 merupakan salah satu kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh KBRI Phnom Penh. Dengan menghadirkan berbagai produk ekspor potensial Indonesia seperti consumer goods, farmasi, tekstil, furniture, produk elektronik, dan ban kendaraan bermotor, pameran kali ini berupaya untuk menjaring minat masyarakat luas Kamboja yang sampai saat ini masih banyak mengandalkan impor untuk kebutuhan sehari-harinya. Selain itu, mengingat pemerintah Kamboja saat ini tengah giat-giatnya meningkatkan kapasitas paska panennya guna memenuhi kebutuhan beras dari pasar Eropa, pameran kali ini juga menghadirkan mesin-mesin pertanian, produksi pt Rutan.

Mengantisipasi animo dan antusiasme masyarakat Kamboja yang cukup tinggi pada pelaksanaan hari pertama tersebut, KBRI Phnom Penh mengharapkan kehadiran lebih dari 3000 pengunjung selama pelaksanaan pameran. Diharapkan animo masyarakat Kamboja akan semakin meningkat pada hari kedua dan ketiga mengingat hari-hari tersebut adalah hari libur akhir minggu.

Dari pembicaraan dengan masyarakat  umum di Kamboja, diperoleh kesan umum bahwa produk-produk Indonesia yang dipamerkan sangat diminati oleh pengunjung mengingat harga yang kompetitif dan kualitas yang lebih unggul dibanding dengan produk-produk negara pesaing Indonesia, seperti Thailand dan Vietnam.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Kamboja mengharapkan dengan semakin berkembangnya perekonomian Kamboja, ajang pameran yang dilakukan setahun sekali tersebut dapat menjadi sarana untuk mengukuhkan kehadiran produk-produk ekspor Indonesia di Kamboja yang merupakan salah satu pasar potensial.

Disampaikan pula oleh Dubes RI, Ngurah Swajaya, bahwa pelaksanaan pameran tersebut pada tahun 2009 perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh pengusaha Indonesia guna mempercepat proses recovery di kawasan yang telah mulai bergulir setelah sempat terimbas krisis finansial 2008. Pelaksanaan pameran tahun ini juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing pengusaha Indonesia di pasar potensial seperti Kamboja, khususnya dalam rangka mengantisipasi pembentukan komunitas ASEAN pada tahun 2015.