Limaribu Pengunjung Padati Pameran Dagang dan Pariwisata Indonesia di Kamboja

11/22/2009

 

Limaribu Pengunjung Padati Pameran Dagang dan Pariwisata Indonesia di Kamboja

 

 

Hingga hari penutupan tercatat sekitar lima ribu orang telah mengunjungi Pameran Dagang dan Pariwisata Indonesia (Indonesian Trade and Tourism Promotion / ITTP) 2009 pada tanggal 20-23 November 2009 di Mondial Center, Phnom Penh.  

 

Pameran tahunan KBRI Phnom Penh tersebut diikuti oleh 17 perusahaan dari Indonesia, antara lain  PT. Indoofood, PT. Rutan, PT. Kedaung, PT. Indofarma, PT Sritex dan lain-lain. Pameran kali ini juga diikuti oleh 23 perusahaan di Kamboja yang menjual produk-produk Indonesia, baik perusahaan Indonesia yang telah ada di Kamboja seperti Grand Phnom Penh oleh Ciputra Grup, maupun perusahaan Kamboja yang memperdagangkan produk-produk Indonesia. 

 

Pelaksanaan ITTP 2009 diharapkan dapat memperkenalkan produk Indonesia
kepada masyarakat luas di Kamboja yang saat ini masih sangat bergantung pada
produk impor untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Beberapa produk yang menjadi favorit antara lain adalah produk consumer goods, batik, kosmetik dan obat-obatan Indonesia, ditandai dengan nilai transaksi dan animo pengunjung yang selalu memadati stand-stand produk tersebut. Produk lain yang juga nampaknya dapat menjadi produk unggulan adalah produk alat-alat pertanian, furniture dan otomotif. Pengunjung juga memadati empat restoran Indonesia yang ikut serta dalam ITTP 2009 guna mencicipi makanan khas Indonesia.

 

Selain transaksi jual beli langsung di tempat pameran yang melebihi angka USD 35,000.00, beberapa pengusaha Indonesia berhasil menjaring potential buyer guna membuka peluang terjadinya kesepakatan usaha jangka panjang.

 

ITTP 2009 juga dimeriahkan dengan pagelaran budaya dan fashion show batik yang diperagakan oleh masyarakat Kamboja yang mengikuti pengajaran bahasa Indonesia di Pusat Budaya Indonesia "Nusantara" KBRI Phnom Penh.   

 

Pada tahun 2008, nilai perdagangan Indonesia-Kamboja tercatat sebesar USD 176 juta, dengan surplus bagi Indonesia. Namun demikian, melesunya kondisi ekonomi global di awal tahun cukup mempengaruhi nilai perdagangan bilateral kedua negara tahun ini. Dengan kondisi ekonomi yang semakin kondusif, dan intensifnya upaya-upaya promosi produk Indonesia di Kamboja, diharapkan dapat berkontribusi dalam peningkatan perdagangan Indonesia-Kamboja.