Indonesia harapkan ASEAN-EU bekerjasama erat untuk mengembangkan carbon and reforestation partnership

5/29/2009

 

Indonesia harapkan ASEAN-EU bekerjasama erat

untuk  mengembangkan carbon and reforestation partnership

 

Indonesia menyampaikan perlunya komitmen negara-negara maju dan berkembang dalam mengatasi isu perubahan iklim dunia. Indonesia juga menyampaikan hasil sidang World Ocean Conference (WOC) dan Coral Triangle Initiative (CTI) yang diselenggarakan di Menado, Indonesia, Mei 2009. Deklarasi WOC akan menjadi input yang baik bagi Konperensi di Kopenhagen bulan Desember mendatang.

 

Hal itu disampaikan Delegasi Indonesia pada pertemuan ASEAN-EU Ministerial Meeting (AEMM) ke-17 di Phnom Penh, Kamboja tanggal 27-28 Mei 2009 yang dihadiri oleh para Menlu ASEAN, Sekretaris Jenderal ASEAN, para Menlu negara-negara anggota Uni Eropa, Presidensi Uni Eropa, dan Komisi Eropa. Delegasi RI dipimpin oleh Menlu RI, N. Hassan Wirajuda.

 

Perdana Menteri Kamboja Hun Sen dalam sambutan pembukaannya menekankan bahwa Sidang AEMM ke-17 merupakan milestone realisasi kerjasama ASEAN-EU terutama dalam menghadapi isu-isu menonjol yang dihadapi bersama seperti krisis keuangan global, climate change dan lainnya. Diharapkan kerjasama ASEAN-EU dapat mewujudkan perdamaian, pertumbuhan ekonomi dan pembangunan.

 

Pertemuan ASEAN-EU menyepakati untuk bekerjasama guna mengatasi dampak buruk krisis keuangan dan ekonomi dunia, peningkatan keamanan pangan dan energi, penanganan obat-obat terlarang dan human trafficking, mengatasi penyakit menular dan kerjasama di bidang counter-terrorism.

 

Sidang AEMM ke-17 berlangsung dengan sukses dan lancar. Kerjasama ASEAN-EU diharapkan dapat terus berkembang dan meningkat di segala bidang. Selain itu, EU mengharapkan agar program-program bantuannya sesuai dengan kebutuhan ASEAN. Disepakati Sidang AEMM ke-18 tahun 2010 akan diselenggarakan di Spanyol.