Angklung dan Penari Eko Supriyanto Warnai Pergantian Tahun Baru di Pantai Sihanoukville’s Ochheutal, Kamboja

1/2/2012

 

Angklung yang ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dari Indonesia pada bulan Nopember 2010 turut memeriahkan acara pergantian tahun di panggung pertunjukan yang berukuran 20x20 m dipinggiran pantai Sihanoukville’s O’Chheuteal, Kamboja pada tanggal 31 Desember 2011. Angklung dimainkan oleh anak-anak sekolah Kamboja yang belajar bahasa Indonesia di Pusat Budaya Indonesia di KBRI Phnom Penh. Anak-anak yang berjumlah 21 orang memainkan lagu “Bengawan Solo” di depan sekitar 50.000 pengunjung yang memadati acara the First International Sea Festival and Universal New Year’s Eve Festival.

 

Selain angklung Eko Supriyanto Koreografer dan penari terkenal dari Indonesia berpasangan dengan Hani mahasiswi dari ISI Bandung turut pula memeriahkan acara festival tersebut. Pasangan ini menari dengan diiringi musik gondang Batak telah memukau para penonton dan mengakhiri tahun baru dengan sangat berkesan. Penampilan angklung dan tarian dari Indonesia menutup acara perayaan tahun baru tepat 4 menit sebelum penghitungan pergantian tahun dimulai.

 

Acara pergantian tahun di Ochheuteal Beach, Propinsi Preah Sihanouk, Kamboja pertama kali diadakan dalam bentuk festival laut oleh Kementerian Pariwisata Kamboja. Kamboja yang mendapat predikat the most beautiful beach in the world bermaksud untuk menjaring para investor agar dapat mengembangkan pantai-pantai di propinsi Sihanoukville yang belum tergarap. Acara festival dibuka oleh Deputi Perdana Menteri dan Ketua Dewan Menteri-Menteri Kamboja Sok An dihadiri oleh para Duta Besar dari negara ASEAN dan mitra ASEAN termasuk Duta Besar RI untuk Kamboja Soehardjono Sastromihardjo dan Ibu, para pejabat dan staf pemerintah Kamboja, para pengusaha, media cetak dan elktronik, turis manca negara dan penduduk sekitar.

 

Festival laut ditayangkan langsung oleh Bayon TV dan ditonton tidak hanya oleh penonton di Kamboja tetapi juga oleh penonton di negara tetangga yang merelai. Media cetak turut pula meliput acara ini. Pengunjung termasuk turis manca negara tumpah ruah namun tertib menyaksikan acara festival laut yang berlangsung dari pukul 17.30 sampai dini hari. Festival laut ini juga menampilkan booth makanan seperti makanan laut serta makanan khas dari negara-negara antara lain Indonesia, Filipina, Thailand, Kamboja, India, Singapura, Amerika, dan Jepang. Partisipasi Indonesia pada penjualan makanan diisi oleh pemilik warung Sumatera dengan menjual 3 paket makanan berupa paket nasi goreng dan sayur, paket sate ayam dan sayur serta paket sate pentul dan sayur.