Pidato Menlu RI pada Pelantikan Sembilan Konsul Jendral dan Konsul RI, Gedung Pancasila, 17 Januari 2007

1/20/2007

 

Rabu, 17 Januari 2007

Pidato Menteri Luar Negeri
Pada Pelantikan Sembilan Konsul Jenderal
dan Konsul RI
Jakarta, 17 Januari 2007

 

 

Ibu dan Bapak-bapak Konsul Jenderal dan Konsul RI beserta Suami dan Isteri yang saya hormati serta Hadirin sekalian,

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Salam sejahtera bagi kita semua,

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas ridho-Nya kita dapat berkumpul bersama dalam keadaan sehat walafiat pada acara Pelantikan Sembilan Konsul Jenderal dan Konsul RI pada pagi hari ini.

 

Saudara-saudara yang saya hormati,

Penugasan Saudara-saudara adalah bagian dari kebijakan internal Departemen untuk melakukan pergerakan besar-besaran pada jangka waktu beberapa bulan ke depan ini. Pergerakan tersebut akan melibatkan kurang-lebih seratus jabatan strategis baik di Departemen, maupun di Perwakilan RI di luar negeri.

 

Prinsip kesinambungan (continuity) menjadi salah satu faktor penting bagi Pimpinan dalam melakukan seleksi bagi pelantikan Konsul Jenderal dan Konsul. Pelantikan Saudara-saudara didasari oleh kombinasi tiga faktor: Faktor pertama, Saudara memang memiliki kualitas dan kapasitas untuk memimpin, atau dengan kata lain, Saudara-saudara adalah ‘destined to become leaders’. Faktor kedua, pelantikan Saudara didasarkan pada kesempatan dan kepercayaan yang diberikan oleh Departemen Luar Negeri. Faktor ketiga, pelantikan Saudara-saudara adalah atas dasar penilaian kinerja serta prestasi Saudara-saudara dan bukan berupa ‘hadiah’.

 

Pelantikan Saudara-saudara terbagi atas dua kelompok kategori yang berbeda. Kategori pertama, untuk sebagian calon penunjukan tersebut merupakan batu ujian baru bagi pengembangan karir di masa mendatang, di mana Pimpinan Departemen Luar Negeri menilai karir Saudara masih dapat dikembangkan lebih lanjut. Kategori kedua ditujukan kepada Saudara yang telah mandarma-bhaktikan tenaga dan pikirannya kepada nusa dan bangsa, sehingga pengangkatan ini merupakan suatu penugasan yang memuncaki karir Saudara.

 

Saudara-saudara yang Saya hormati,

Saya ingin ingatkan akan pentingnya Saudara-saudara untuk benar-benar mempelajari ‘your mission’. Pada tiga bulan pertama di perwakilan, Saudara-saudara diharuskan untuk membuat rencana strategis pelaksanaan tugas memperjuangkan kepentingan nasional yang perumusannya harus disesuaikan dengan ‘mission paper’ Duta Besar dimana Saudara berada.

 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato pelantikan Duta Besar RI pada tanggal 18 Oktober 2006, telah menyampaikan lima pesan khusus: pertama: membuka pasar asing bagi produk Indonesia, kedua: peningkatan investasi asing ke Indonesia, dan investasi Indonesia di luar negeri, ketiga: mempromosikan pariwisata yang lebih aktif, keempat: penekanan komitmen Indonesia dalam ikut memperjuangkan perdamaian dan keamanan dunia, kelima: bangun dan luruskan citra Indonesia.      

 

Konsul Jenderal dan Konsul RI dituntut untuk tidak semata menjalankan diplomasi yang konvensional dan bersifat rutin (business as usual), melainkan, sepanjang ketentuan peraturan setempat (di negara akreditasi)  memungkinkan,  Konsul Jenderal dan Konsul RI juga harus aktif menciptakan terobosan baru dalam memanfaatkan peluang bagi pencapaian kepentingan nasional. Sebagai konsekuensinya, Konsul Jenderal dan Konsul RI harus aktif menciptakan jaringan secara luas dengan kalangan bisnis, media dan para pemangku kepentingan lainnya guna mengembangkan kerja sama di berbagai bidang. 

 

Sebagai contoh, prospek pertumbuhan ekonomi dunia masih cukup cerah. Meroketnya harga minyak bumi yang menjadi hambatan ekonomi dunia pada tahun 2006, mungkin tahun inidiharapkan tidak lagi jadi hambatan pada tahun ini dengan telah terjadinya penurunan harga minyak bumi menjadi kecenderungan menurunnya harga minyak bumi hingga angkat US$ 56 per barrel, terendah dalam 18 bulan,  di tengah musim dingin di Amerika dan Eropa yang biasanya mengkounsumsi banyak minyak. Dengan prospek ekonomi Indonesia tahun depanini yang juga membaik (dengan perkiraan pertumbuhan 6,3% hingga 6,5%), cukup terbuka peluang bagi peningkatan kinerja ekonomi nasional Indonesia yang akan menjadi daya tarik tersendiri bagi investasi asing dan mendorong perdagangan internasional; dengan syarat Indonesia dapat mampu memperkuat koneksitas dan daya saing dalam ekonomi kawasan Asia Timur dan global. Dan dalam konteks ini, peran Saudara-saudara di Perwakilan diharapkan dapat mengambil momentum positif ini.

 

Saudara-saudara yang saya hormati, 

 

Operasionalisasi kantor Perwakilan RI di luar negeri memerlukan anggaran yang sangat besar. Harus kuat tertanam kesadaran mengenai cost and benefit.  Perlu ditumbuhkan kesadaran mengenai berapa in return yang bisa kembali ke tanah air, misalnya dalam bentuk devisa yang dihasilkan dari kerjasama ekonomi dan investasi ataupun kerjasama teknis lainnya. Selain secara positif harus terus meningkatkan kerja sama dalam kerangka memperkokoh NKRI dan peningkatan citra positif Indonesia di luar negeri,  Perwakilan RI juga harus aktif melakukan berbagai kegiatan promosi perdagangan, investasi, pariwisata, tenaga kerja dan bentuk kerja sama ekonomi lainnya.

 

Untuk itu, kedepan Pemerintah akan terus membangun dan mengisi kemitraan dengan negara-negara di pentsegala penjuru. Tantangannya adalah bagaimana menerjemahkan kedekatan politis yang sudah diraih menjadi interaksi ekonomi yang produktif dan saling menguntungkan.

 Tahun 2007 Indonesia memproyeksikan sebagai tahun peluang bagi upaya membuka dan meluaskan pasar bagi produk-produk Indonesia, meningkatkan arus masuk investasi asing, , dan mempromosikan pariwisata dan memperluas kesempatan kerja. 


Dalam hal ini akan dijalankan langkah-langkah terobosan agar berbagai peluang yang akan dan telahtelah diciptakan oleh diplomasi dapat dimanfaatkan untuk pembangunan ekonomi secara nyata.

 

Saudara-saudara yang saya hormati,

 

Hanya dengan profesionalisme yang tinggi, diplomat Indonesia akan dihormati dunia luar dan dipercaya oleh publik domestiknya sendiri. Guna mencapai hal itu, proses benah diri (internal reform) yang selama ini menjadi tema utama di Departemen Luar Negeri dan di Perwakilan RI di luar negeri harus terus diperkuat, termasuk misalnya mendorong terbentuknya budaya kerja diplomat yang lebih menunjukkan sikap keberpihakan dan kepedulian dalam upaya perlindungan terhadap kepentingan warga negara.

Pelaksanaan diplomasi Indonesia di setiap negara akreditasi memiliki keunikannya sendiri-sendiri sesuai dengan karakteristik yang dimiliki oleh negara tersebut dan juga dipengaruhi oleh tingkat dan pola hubungan antara negara tersebut dengan Indonesia.

 

Saudara-saudara yang saya hormati,


Sebelum Saya akhiri, Saya ingin merujuk pada UU No.37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri, dimana kewenangan penyelenggaraan hubungan luar negeri dan pelaksanaan politik luar negeri berada di tangan Presiden yang dalam pelaksanaan operasionalnya dilimpahkan kepada Menteri Luar Negeri.  Berdasarkan UU tersebut, Menteri Luar Negeri juga diberi kewenangan untuk melakukan tindakan yang dianggap perlu guna mencegah terjadinya implikasi yang bertentangan atau tidak sesuai dengan politik luar negeri RI.  
 
Akhirnya, kepada Saudara-saudara yang telah dilantik, Saya ucapkan selamat dalam menjalankan tugasnya dan Saya mohon agar tugas dan kepercayaan yang telah diberikan dapat dijalankan dengan baik. 

 

Wabillahi Taufiq Walhidayah,
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.