Fungsi Ekonomi
Fungsi ekonomi memiliki tugas meningkatkan hubungan dan kerjasama ekonomi antara Indonesia dengan Kerajaan Kamboja.
Pejabat Fungsi Ekonomi
Angela A. Soewono, Second Secretary
Kontak
+ 855 12 813 903
Gambaran Umum Perekonomian Kamboja
Setelah beberapa dekade terbelit perang dan konflik, Kamboja menikmati pertumbuhan ekonomi mencapai rata-rata 10 persen per tahun dari tahun 2004-2008 7,1%. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi telah menurunkan tingkat kemiskinan dari 47% pada tahun 1994 menjadi sekitar 31% pada tahun 2008. Dengan demikian Kamboja telah berhasil menurunkan tingkat kemiskinan sebesar 1% setiap tahunnya. Pertumbuhan ekonomi tersebut didukung oleh empat sektor utama yaitu, pertanian, pariwisata, garmen dan properti.
Meski mengalami penurunan yang cukup berarti pada tahun 2009, perekonomian Kamboja mulai pulih pada tahun 2011, dengan pertumbuhan ekonomi tercatat 7,8% pada tahun 2011, sedangkan tahun 2012 sampai sejauh ini diprediksikan akan tumbuh sebeesar 6,2 %. GDP per kapita Kamboja juga terus meningkat dari US$ 247 pada tahun 1994 menjadi US$ 874 di tahun 2011.
Perkembangan Sektor Pertanian Kamboja
Produk utama sektor pertanian Kamboja adalah padi. Produksi padi Kamboja telah meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir, yaitu dari 4,5 juta ton pada tahun 2003-2004 menjadi 7,5 juta ton pada tahun 2009-2010. Kamboja saat ini termasuk dalam 14 produsen terbesar padi sedunia dan keempat terbesar setelah Indonesia, Thailand dan Vietnam di ASEAN.Dari produksi beras tersebut, Kamboja diperkirakan dapat mencapai surplus gabah sebesar 3-4 juta ton gabah per tahun. Namun, dengan industri paska panen yang tidak kondusif, khususnya untuk memenuhi permintaan pasar dalam jumlah besar, sampai saat ini beras Kamboja pada umumnya masih dijual dalam bentuk gabah ke negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam. Pada tahun 2011, ekspor beras Kamboja menurut data Kementerian Perdagangan Kamboja mencapai 168.000 ton. Kenaikan ekspor Kamboja tahun ini dianggap signifikan meningat ekspor beras Kamboja secara keseluruhan pada tahun 2010 tercatat hanya sebesar 51.200 ton.
Pertumbuhan sektor pertanian ini didorong oleh produktivitas produk pertanian Kamboja peningkatan investasi, kenaikan harga pangan dan domestic demand di lingkungan pedesaan.. Faktor lain yang mendukung potensi dari perkembangan sektor ini adalah pemberian fasilitas tarif preferences pada tahun 2009 dari Uni Eropa bagi beras Kamboja dalam kerangka everything but arms. Kendala yang dihadapi sektor pertanian di Kamboja saat ini berkaitan dengan sulitnya pembiayaan berkaitan dengan tingginya suku bunga micro finance bagi petani, keterbatasan infrastruktur untuk proses pasca panen beras serta kurangnya kepastian pasar akibat kurangnya regulasi yang mengatur hubungan antara produsen dan distributor produk pertanian.
Pemerintah juga akan melakukan diversifikasi pangan dengan mendorong peningkatan produksi maizena, kacang-kacangan dan singkong, kentang, sayur-sayuran, soya bean dan tebu.
Industri Garmen
Sektor garment merupakan salah satu sektor unggulan yang selama ini menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Kamboja. Setiap tahunnya, sektor garmen menyumbangkan 15-18 persen dari GDP Kamboja dan sekitar 65 persen dari total ekspor Kamboja. Pasar utama bagi garment Kamboja adalah Amerika Serikat dan Uni Eropa dengan 90% dari produknya diekspor ke kedua ekonomi tersebut.
Pariwisata
Angka kunjungan wisatawan asing ke Kamboja terus menunjukan peningkatan. Kunjungan wisatawan rata-rata mencapai 2,5 juta per tahun atau sebesar 10 kali lipat dari jumlah kunjungan wisatawan tahun 1995. Setiap tahunnya, pariwisata mendatangkan sekitar 1,7 milyar USD dan memperkerjakan sekitar 300.000 warga Kamboja. Tujuan wisata utama Kamboja adalah peninggalan bersejarah Angkor Wat yang berada di propinsi Siem Reap.
Sektor Properti
Sektor infrastruktur kembali pulih pada tahun 2011, diindikasikan dengan peningkatan kredit untuk pembiayaan proyek infrastruktur sebesar 74.8% dibandingkan tahun sebelumnya serta peningkatan jumlah persetujuan proyek konstruksi sebesar 33.5 persen.