Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

Untuk mengetahui masalah Keimigrasian Kamboja silahkan klik disini     |       Perjanjian mengenai Bebas Visa bagi pemegang paspor biasa antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Kerajaan Kamboja telah diberlakukan sejak 22 September 2011 (untuk masa tidak lebih dari 30 (tigapuluh) hari sejak kedatangan)     |       Untuk informasi, jumlah WNI di Kamboja per Oktober 2012 sebanyak 722 orang     |       Indonesia's Assistance to the Natural Disaster-Affected ASEAN Member Countries     |       Alamat Email KBRI Phnom Penh terbaru : indoembassy-phnompenh@emaxxtelecom.com     |       Indonesia Serukan Penghentian Insiden Militer Antara Kamboja dan Thailand     |       Selamat datang di website KBRI Phnom Penh     |       Kunjungi Website Portal Kementerian Luar Negeri RI     |       

Profil Negara dan Kerjasama

Kamboja

PROFIL NEGARA / KETERANGAN DASAR
KERAJAAN KAMBOJA
 
Nama resmi                               : Kerajaan Kamboja   

Luas wilayah                              : 181.035 km2

Pembagian wilayah                     : 25 Propinsi

Bentuk negara                           : Kerajaan Konstitusional

Ibukota                                     : Phnom Penh

Jumlah penduduk                       : 14,5 juta (2010)

Iklim                                         : Tropis

Agama                                      : 96,4% budha Theravada, 

                                                  2,1% Islam, 1,5 ainnya

Etnis                                         : 90% Khmer, 5% Vietnam 

                                                  1% China, 4% lainnya

Bahasa Nasional                        : Khmer

Tahun Merdeka                          : 1953

Menlu Kamboja                          : H.E. HOR Namhong

Kepala Negara                           : Raja Preah Bat Samdech

                                                  Preah Boromneath

                                                  Norodom Sihamoni

Kepala Pemerintahan                 : Perdana Menteri Samdech

                                                   Akka Moha Sena Padei 

                                                   Techo HUN SEN

Ketua Senat                              : Samdech Akka 

                                                   MohaThamma Pothisal 

                                                   CHEA SIM

Ketua Majelis Nasional                : Samdech Akka Ponhea

                                                  Chakrei HENG SAMRIN

Lagu Nasional                            : Nokor Reach

Bendera                                    : Didominasi warna merah

                                                  dan biru dengan gambar 

                                                  Candi Angkor di

                                                  tengahnya.

Hari Nasional                             : 9 November

Mata uang                                 : Riel (dalam transaksi

                                                  sehari-hari Kamboja

  memiliki kebijakan

  terbuka untuk mata uang

  asing seperti USD, Baht

  Thailand atau Dong

  Vietnam). USD paling luas

  dipakai dibanding

  mata uang lainnya.

GDP                                          : US$ 12,5 milyar (2011)

Pertumbuhan ekonomi                : 7,8% (2011)

GDP per kapita                          : US$ 874 (2011)

Inflasi                                       : 5,2% (2011)

Investasi                                   : US$ 6,87 milyar (2011)

Komoditas Ekspor utama            : Pakaian jadi, sepatu, 

                                                  karet, beras,kedelai,

                                                  tembakau dan produk

                                                  pertanian.

Partner Ekspor utama                 : US, China, Negara-Negara

                                                  EU, Vietnam dan Thailand.

Komoditas Impor utama             : Produk petrolium, rokok,

                                                  kertas, kendaraan, emas,

                                                  textil, semen, besi, bahan

                                                  bangunan, MSG, alat

                                                  pertanian, construction

                                                  materialobat-obatan,

                                                  pupuk dan produk

                                                  farmasi.

Partner impor terbesar               : Thailand, Hong Kong, 

                                                  Cina, Singapura,

                                                  Vietnam, Taiwan, India,

                                                  Prancis, Malaysia,

                                                  Korea Selatan.

 

Kamboja bekerja sama dan menjadi anggota pada Organisasi Internasional yaitu: ADB, Donors, EU, ICRC, UN, UNDP, UNESCO, UNHCR, UNICEF, WFP, WHO.

 

HUBUNGAN BILATERAL

 

Sejarah Singkat Hubungan Indonesia dan Kamboja

 

          Indonesia dan Kamboja telah lama menjalin hubungan yang akrab. Kedua negara Indonesia dan Kamboja telah bersahabat dan bersejarah menjalin hubungan sosial budaya sejak abad ke-9 dan ke-10 pada masa Dinasti Syailendra berkuasa pada jaman Kerajaan Mataram di Jawa dan Dinasti Jayawarman II pada masa Kerajaan Angkor di Kamboja. Candi Borobudur di Jawa yang selesai dibangun pada awal abad ke-9 sering dianggap mempunyai pertalian budaya dengan Candi Angkor Wat yang dibangun pada abad ke-12.


          Presiden RI Sukarno pertama kali bertemu Pangeran Norodom Sihanouk pada saat berlangsungnya Konferensi Asia-Afrika di Bandung tahun 1955. Pada bulan Maret 1962, Indonesia mengirim Mayor Jenderal (Purn) Abdul Karim Rasyid sebagai Duta Besar RI Pertama untuk Kamboja.
 
          Hubungan bilateral Indonesia-Kamboja sangat baik di berbagai bidang. Kamboja dalam berbagai hal menempatkan Indonesia sebagai contoh model dalam pembangunan negaranya.

Kerjasama dan Hubungan Politik

 

Hubungan  diplomatik Indonesia dengan Kamboja telah dijalin sejak tahun 1957. Kedua negara menandatangani Perjanjian Persahabatan di Jakarta pada tanggal 13 Februari 1959. Sementara itu, kerjasama pertahanan dan keamanan antara Indonesia dan Kamboja telah dirintis sejak tahun 1970-an dan telah secara sangat signifikan meningkatkan citra TNI di Kamboja.


Hubungan baik kedua Negara tercermin antara lain dari saling kunjung pada tingkat Kepala Negara/Pemerintahan, Pejabat Tinggi Negara dan Parlemen dalam rangka bilateral maupun menghadiri sidang regional seperti sidang-sidang ASEAN. Selain mekanisme saling kunjung, terdapat Komisi Bersama RI-Kamboja yang dibentuk pada tanggal 18 Februari 1997.

 

Indonesia berperan besar pada proses rekonsiliasi perdamaian Kamboja melalui Jakarta Informal Meeting I (1988), Jakarta Informal Meeting II (1989), Informal Meeting on Cambodia I dan II (1990), Preparatory Meeting for the International Conference on Cambodia (1990) dan sebagai co-chair meeting bersama Perancis pada Paris International Conference on Cambodia (1991).


Indonesia telah pula memainkan peran yang cukup khusus dalam hal mendorong dan mendukung Keketuaan Kamboja di ASEAN tahun 2012. Untuk mencapai posisi bersama dalam penanganan isu Laut China Selatan secara damai, pada saat Keketuaan Kamboja di ASEAN tahun 2012, Menlu RI Marty Natalegawa melakukan upaya “shuttle diplomacy” dengan berkunjung ke sejumlah negara ASEAN pada tanggal 19-20 Juli 2012. Dari upaya tersebut ASEAN berhasil mencapai konsensus mengenai ASEAN's six-point principles on the South China Sea. Pernyataan mengenai konsensus tersebut telah dikeluarkan oleh Menlu Kamboja, Hor Namhong sebagai Ketua ASEAN 2012 pada tanggal 20 Juli 2012.


Atas upaya Indonesia dalam menangani penyelesaian isu Laut China Selatan, Perdana Menteri Hun Sen telah mengirimkan surat kepada Presiden RI yang menyambut gembira upaya Indonesia yang berhasil mengharmonisasikan posisi ASEAN atas isu Laut China Selatan. Selain itu, sebagai Ketua ASEAN 2012, PM Kamboja juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden RI yang telah menugaskan Menlu RI untuk mengupayakan konsultasi secara intensif guna mencapai kesatuan dan sentralitas ASEAN.

 
Kerjasama Ekonomi, Perdagangan dan Investasi
 
 

Hubungan ekonomi Indonesia-Kamboja saat ini lebih didominasi perdagangan luar negeri, dengan neraca perdagangan Indonesia-Kamboja selama 5 tahun terakhir selalu menunjukkan surplus untuk Indonesia. Dengan pertumbuhan ekonomi yang membaik pada tahun 2010, Kamboja merupakan pasar alternative potensial bagi produk Indonesia khususnya mengingat sektor industry riil Kamboja belum mampu memproduksi sebagian besar kebutuhan sehari-hari 14,5 juta penduduknya maupun perkembangan sektor prioritas mereka seperti garment, pariwisata dan konstruksi. Rata-rata ekspor Indonesia mencapai kenaikan di atas 10% dalam periode 5 tahun ini. Ekspor Indonesia ke Kamboja tahun 2011 mencapai US$ 259,5 juta (kenaikan sebesar 19%) dan impor Indonesia dari Kamboja mencapai US$ 7,95 juta (data BPS). 

 

Beberapa produk Indonesia yang cukup populer di Kamboja adalah produk-produk consumer goods dan farmasi. Beberapa perusahaan farmasi indonesia seperti Dexa Medica, Sanbe dan Kalbe Farma, Sanbe Farma dan juga Indo Farma telah menjajaki pasar Kamboja. Produk farmasi Indonesia saat ini dikenal masyarakat Kamboja sebagai produk tingkat menengah dan dipercaya cukup luas oleh masyarakat. Selain produk farmasi, produk Indonesia yang cukup berhasil di Kamboja adalah produk makanan dan minuman dalam kemasan, dengan merek dagang seperti Milkita, Kopiko dan Nutri C  cukup popular di pasar Kamboja.

 

Guna meningkatkan penetrasi produk Indonesia di Kamboja, setiap tahunnya telah didorong keikutsertaan pengusaha Kamboja dalam berbagai forum pameran di Indonesia, misalnya pada tahun 2012 direncanakan akan terdapat 10 orang pengusaha Kamboja yang akan menghadiri Trade Expo Indonesia (TEI) 2012. Selain itu, juga difasilitasi kehadiran pengusaha Indonesia untuk mengikuti pameran yang diselenggarakan di Kamboja, baik berupa solo exhibition seperti Indonesian Trade and Tourism Promotion (ITTP) ataupun berbagai pameran yang diselenggarakan oleh Kamboja seperti dalam pelaksanaan ASEAN Garment and Textiles 2012.       

 

Memandang potensi produksi beras Kamboja, pada tanggal 28 Agustus 2012, Menteri Perdagangan RI dan Menteri Perdagangan kamboja telah menandatangani MOU Perdagangan Beras RI-Kamboja yang mengatur mengenai pengadaan cadangan beras bagi Indonesia sampai dengan 100.000 ton per-tahun jika dibutuhkan. MOU yang ditandatangani oleh kedua menteri tersebut akan menjadi payung bagi perdagangan beras kedua Negara dan akan memberikan landasan bagi BULOG sebagai institusi pengadaan beras di Indonesia untuk dapat menjadikan Kamboja sebagai alternatif sumber pengadaan cadangan beras bagi Indonesia selain Vietnam, Thailand dan India. Kementerian pertanian kedua negara saat ini juga tengah dalam proses untuk membentuk kerjasama pertanian yang salah satunya juga akan memfasilitasi kerjasama perberasan antaran Indonesia-Kamboja yang meliputi kerjasama research and development serta promosi produk pertanian dan pendukungnya.

 

Selain memanfaatkan Kamboja sebagai alternatif pengadaan beras, pada tahun 2012, pengusaha Indonesia telah berusaha untuk memanfatkaan perkembangan sektor pertanian Kamboja dengan menjual produk input pertanian seperti pupuk dan mesin pertanian. Salah satu perusahaan Indonesia dengan menilik keterbatasan fasilitas paska panen Kamboja tengah memfinalisasi proses investasi rice mill di Kamboja.



Kerjasama Sosial dan Budaya 


Dalam rangka menindaklanjuti kesepakatan Sister Temple Province antara Propinsi Jawa Tengah dan Propinsi Siem Reap, yang ditandatangi pada bulan Juni tahun 2007 dan Action Plan yang ditandatangani pada bulan Juni 2012, terdapat kesepakatan-kesepakatan kerjasama antara beberapa lembaga dan sekolah di Jawa Tengah dengan lembaga dan sekolah di Siem Reap yaitu :

 

·          Penandatanganan Nota Kesepahaman di bidang Kerjasama Pendidikan Tahun 2012-2017 antara Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Tengah dan Departemen Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Propinsi Siem Reap pada tanggal 13 Maret 2012.

 

·          Penandatanganan Sister School Agreement antara SMA Taruna Nusantara Magelang dengan Hun Sen Siem Reap High School pada 21 Juli 2011 dan SMPN 1 Kudus dengan 10 January High School, Siem Reap pada tanggal 14 Maret 2012.

 

·          Penandatanganan Record of Discussion antara SMPN 1 Purbalingga dengan Preash Emkosa Secondary School pada tanggal 21 Juli 2011 dan ditandatanganinya Minutes of Discussion antara SMPN 1 Kalimanah Purbalingga dengan Samdech Euv High School Siem Reap pada tanggal 23 April 2012.

 

 

Data Kekonsuleran dan Ketenagakerjaan

 

Jumlah WNI di Kamboja (terdaftar) per September 2012 sebanyak 722 orang yang tersebar di beberapa kota dan propinsi di Kamboja. Konsentrasi WNI terbanyak berada di Phnom Penh (sekitar 330 orang). WNI di Kamboja pada umumnya adalah skilled workers yang bekerja di berbagai bidang, seperti di bidang organisasi internasional, LSM, perhotelan, perusahaan (property, telekomunikasi, obat), wiraswasta (restoran), Hotel dan Kasino, Missionaris, pengajar, dll.

 

---oo0oo---



Gedung KBRI Phnom Penh


Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia


Jam Kerja


Office Hours

APEC 2013


Trade Expo Indonesia 2013


Prey Veng Program Bantuan Sekolah Persahabatan Kamboja-Indonesia


Kantor Atase Pertahanan


Pusbudi Nusantara

running2KembudparE_Recruitment CPNS Kemlu RITrade and NafedPerpustakaan Ali Alatas
ASEANPerpustakaan NasionalWonderful Indonesia 2011Tourism of Cambodia Serba Serbi
Ministry of Foreign Affairs and International Cooperation of CambodiaDewan Perwakilan Rakyat RI
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
Syarat dan Ketentuan