Murid Sekolah di Western Australia belajar Tari Saman dan Pencak Silat

Suara Indonesia Dance Group (SIDG) asal Sydney berkunjung ke Western Australia (WA) pada 10-18 November 2015. Selama berada di WA, SIDG melakukan kegiatan promosi budaya Indonesia di beberapa sekolah, tidak hanya sekolah di seputar kota Perth tetapi juga di sekolah-sekolah yang berada di Armadale, Bunbury serta Margaret River (sekitar 260 km dari Kota Perth).

 

Sekolah-sekolah dimaksud diantaranya St. Thomas Catholic Primary School, Warriapendi Primary School, St. Stephens High School, Kalamanda High School, Hawkers Park Primary School, St. Stephanus School, Geographe Grammar School dan Armadale Primary School.

 

Selain memberikan workshop tarian Indonesia dari daerah Aceh, Sumatera Barat, Jawa Barat dan Ponorogo, SIDG juga mengenalkan Pencak Silat dan mengajarkan beberapa kata dalam Bahasa Indonesia kepada para siswa. Pendekatan yang sangat interaktif mendorong para siswa antusias untuk mengikuti workshop dan berebut dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan ringan mengenai tarian dan budaya yang ditampilkan.

 

Di setiap sekolah, SIDG tampil sebanyak 4 kali dengan durasi masing-masing penampilan selama 1 jam. Mayoritas sekolah yang mengundang SIDG adalah sekolah-sekolah yang mengajarkan Bahasa Indonesia sebagai Language Other Than English (LOTE).

 

Konjen RI Perth beserta fungsi Pensosbud menyempatkan untuk hadir menyaksikan penampilan SIDG di Armadale Primary School pada 17 November 2015. Dalam sambutan singkatnya, Konjen RI Perth berharap para siswa semakin mengenal Indonesia dengan keragaman budayanya dan mempertahankan ketertarikan untuk belajar Bahasa Indonesia. Kepada pihak sekolah, Konjen RI Perth memberikan sumbangan buku mengenai Indonesia dan menyampaikan rencana KJRI Perth untuk mengadakan Kompetisi Bahasa Indonesia/Lomba Cerdas Cermat pada tahun 2016.

 

Dalam kesempatan ramah-tamah dengan Konjen RI Perth, SIDG menyampaikan bahwa dalam 6 tahun terakhir selalu berkunjung ke WA untuk melakukan workshop budaya di sekolah-sekolah dengan mengusung tema daerah yang berbeda-beda. Sesekali mengundang rekan mereka dari Indonesia, seperti tahun ini mengundang kehadiran Sdr. Dedy Satya Amijaya dari Ponorogo.

 

SIDG ingin sekali memperluas kesempatan untuk berkolaborasi dengan artis lokal dan melakukan pertunjukan sendra tari kontemporer, seperti yang telah terlaksana di NT. SIDG mendapat dukungan dari Pemerintah Australia dan Lembaga Australia Indonesia Institute untuk mengembangkan kesempatan tersebut.