Kontak Kami   |   FAQ   |   Link   |   Site Map
   |   Pencarian 

PERTANDINGAN OLAHRAGA HUT KE-66 RI, PERTH - 26 JUNI s/d 31 JULI 2011     |       

Berita Kemlu

RI Tekankan Pentingnya Kegiatan UKM Mikro dan Super Mikro Dalam Forum APEC

Jumat, 06 Juli 2012

Diskusi tentang peranan wanita semakin menarik dilakukan di forum APEC. Perhelatan di kota ujung dunia St. Petersburg itu akhirnya menghasilkan konsep tentang pemberdayaan wanita di Asia Pasifik. Pemerintah Indonesia menekankan perlunya perhatian atas kegiatan UKM Mikro dan Super Mikro.

Pertemuan High Level Policy Dialogue akhirnya menutup rangkaian besar pertemuan APEC Women and the Economy Forum yang telah berlangsung akhir Juni 2012 di St Petersburg, Rusia.

Tidak kurang dari 400 perwakilan kalangan pemerintah, swasta, perusahaan multinasional dunia dan wiraswasta perempuan ambil bagian dalam berbagai diskusi interaktif yang diselenggarakan oleh tuan rumah APEC. Tidak kurang-kurang, Menlu AS, Hillary Clinton juga menyempatkan hadir.

Dalam kesempatan itu, Menteri Peranan Perempuan dan Perlindungan Anak, Amalia Sari Gumelar, pada sambutannya menggarisbawahi, peranan perempuan sesungguhnya sangatlah luas dalam ekonomi, tidak hanya untuk memperkuat ketahanan dan mengurangi dampak gonjang ganjing ekonomi, tetapi juga berkontribusi dalam pemulihan ekonomi dan memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

Karenanya, Asia-Pasifik perlu menelorkan “Formulasi kebijakan yang komprehensif untuk memperkuat pengelolaan dan perlindungan bagi pengusaha UKM Mikro dan super-mikro.” lanjutnya.

Hal ini mengingat ragamnya perbedaan budaya, ekonomi, pendidikan dan lingkungan antara ekonomi maju dan ekonomi berkembang yang menjadi faktor pendorong perempuan dalam membuka usaha. Usaha Mikro dan Super-Mikro lazimnya dibuka untuk mencukupi hidup atau menjadi bagian dari tulang punggung ekonomi keluarga, dan bukan semata-mata aktualisasi diri perempuan. Inovasi dalam ekonomi pada akhirnya harus juga menguntungkan para pengusaha Mikro dan Super-Mikro ini.

Pada akhir sambutannya, Linda Amalia Sari Gumelar mengundang para delegasi untuk hadir pada 2013 APEC Women Economy Forum di Indonesia, karena pada akhirnya “tidak ada Ekonomi yang dapat melakukan upaya pemberdayaan perempuan secara terpisah dan menyendiri.”

“Oleh karenanya saya mengharapkan adanya keberlanjutan di tahun 2013 mendatang untuk terus tukar menukar informasi dan memperkuat kerjasama dan kemitraan yang produktif dari semua ekonomi anggota APEC dalam meningkatkan pemberdayaan perempuan dalam ekonomi.”

Duta Besar RI di Moscow memperhatikan bahwa pertemuan telah berlangsung dengan sangat baik. Rusia selaku tuan rumah terlihat siap dalam penyusunan substansi dan penyelenggaraan acara. Partisipasi Menteri dan 3 pembicara dari kalangan swasta Indonesia mendapatkan respon yang sangat positif.

"Perempuan Indonesia merupakan prime mover dari pembangunan ekonomi yang merakyat. Melalui APEC, Indonesia dapat memperkenalkan prestasi perempuan Indonesia kepada kawasan Asia-Pasifik.”

Proses tukar pikiran, informasi, pengalaman dan perluasan jejaring antara 21 entitas Ekonomi anggota forum APEC pada akhirnya membuahkan suatu pernyataan bersama yang berisikan strategi dan rekomendasi untuk Asia-Pasifik ke depan bagi penguatan pemberdayaan perempuan dalam mewujukan suatu ekonomi yang inovatif di Asia-Pasifik.

Dalam pernyataan antara lain disebutkan pentingnya mengumpulkan potensi bisnis dan inovasi perempuan, melakukan pengkajian dan analisis dinamika gender secara menyeluruh dalam  mengidentifikasi kesempatan usaha di ekonomi APEC, serta meningkatkan kepemimpinan perempuan sehingga berpartisipasi dengan penuh dalam ekonomi.

Disampiing itu dikatakan juga perlunya memajukan inisiatif yang dilahirkan dari kolaborasi pemerintah-swasta sehingga dapat mendukung partisipasi penuh dan aktif para perempuan. Beberapa rekomendasi akan dilaporkan lebih lanjut kepada pertemuan tingkat tinggi di Vladivostok, 8-9 September 2012 nanti. (Sumber: KBRI Moscow/Ed. Dit Infomed/PY)




KJRI Perth

Freemantle Bali 2011


static1


Indonesian Language Assistant


Ijin Mengemudi di WA


static3

static2 Lapor Diri Online
next pre
Hak Cipta 2009 Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia
Syarat dan Ketentuan