Pelaksanaan Pemilu Calon Presiden dan Wakil Presiden 2009-Penang Berlangsung Meriah

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pemilihan Umum presiden dan wakil presiden 2009 telah berlangsung di Penang pada tanggal 8 Juli 2009 dan penghitungan suara resmi ditutup pada tanggal 18 Juli 2009 dengan selesainya rekapitulasi penghitungan suara. Secara umum pelaksanaan pemilu berjalan dengan lancar dan baik. Terdapat sejumlah 34.759 warga Indonesia yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT). Pemungutan suara dilakukan lewat TPS langsung yaitu TPS 1 berlokasi di kantor KJRI dan TPS 2 berlokasi di wisma KJRI, dan TPS Pos yaitu melalui Pos murni dan Pos Penghantaran.
 
Pada hari pelaksanaan pemilu 8 Juli 2009 terdapat banyak warga Indonesia yang datang untuk memilih tidak terdaftar sebagai pemilih didalam DPT. Sesuai dengan keputusan mahkamah konstitusi No 102 tanggal 6 Juli 2009, warga negara yang berada di luar negeri dapat melaksanakan hak pilihnya di TPS setempat dengan menunjukkan paspor yang masih berlaku. Pihak information desk telah melakukan pendataan terhadap jumlah pemilih non DPT yang jumlah totalnya mencapai 519 pemilih. Semua pemilih non DPT dapat dilayani dengan baik dan dapat melaksanakan hak pilihnya.

Sedangkan partisipasi pemilih murni yang berasal dari DPT relatif rendah. Hanya sejumlah 174 pemilih yang terdaftar di TPS 1 dan hanya 81 orang pemilih di TPS 2.  Partisipasi pemilih yang rendah ini disebabkan sebagian besar (sekitar 60%) pemilih yang merupakan mahasiswa USM (University Sains Malaysia) pada hari pemilihan masih dalam suasana liburan semester dan banyak dari mereka yang pulang ke Indonesia. Sedangkan group pemilih yang berasal dari kilang yang sudah menyatakan kesiapan untuk datang langsung ternyata pada hari pelaksanaan pemungutan suara tidak mendapatkan ijin dari atasan untuk meninggalkan tempat kerja.
 
Pemungutan suara melalui pos dilakukan melalui dua cara, yaitu Pos murni dan penghantaran. Pengiriman melalui pos murni dilakukan terhadap pemilih individual yang memiliki alamat rumah atau asrama diluar dari kilang. Sedangkan pada pemilih yang terkelompok pada kilang atau secara kolektif yang memiliki alamat sama surat suara dikirim melalui pos hantaran. Sesuai data DPT, terdapat 33.555 pemilih yang dikirimi surat suara melalui pos. Secara ringkas hasil yang diperoleh dari pengiriman pos dapat dilihat pada tabel dibawah.

Dari 33.555 amplop surat suara yang dikirim lewat pos, sejumlah 15.935 dikirim melalui pos murni sedangkan 17.620 dilakukan pengiriman melalui pos hantaran. Seperti terlihat pada tabel diatas jumlah surat suara yang kembali total berjumlah 14.469 surat suara. Dari 15.935 surat suara yang dikirim lewat pos, surat suara yang kembali dengan baik (sudah dicontreng) hanya 2.704, artinya hanya 16,97% pemilih yang menggunakan surat suara. Amplop suara yang dikembalikan oleh kantor pos hanya berjumlah 314, jauh lebih rendah dari pemilu legislatif yang berjumlah 5.079. Hal ini berarti terjadi perbaikan kualitas dan validitas data. Lebih lanjut terdapat Sisanya terdapat 11.917 amplop suara yang masih belum kembali.

Hasil Perhitungan Pemilu Calon Presiden dan Wakil Presiden
  1. Megawati-Prabowo Subianto   1.592 suara
  2. Susilo Bambang Yudhoyono-Budiono  11.001 suara
  3. Jusuf Kalla-Wiranto    1.140 suara