KJRI Penang himbau Agensi Pekerjaan Malaysia mengikuti prosedur dalam pengambilan Pekerja Indonesia

KJRI Penang mengadakan Pertemuan Koordinasi dengan Agensi-Agensi Swasta yang ada di Wilayah Kerja KJRI Penang, Jumat (06/11/2015) di Ruang Aula KJRI Penang. Pertemuan untuk membahas kendala yang dihadapi oleh Para Agensi Malaysia dalam merekrut Pekerja Domestik / Pembantu Rumah Tangga asal Indonesia tersebut diikuti oleh 26 orang wakil-wakil Agensi di Penang. Pertemuan juga untuk meminimalisir adanya perekrutan secara ilegal dan unprosedural oleh oknum –oknum Agensi Malaysia.

“Pertemuan ini untuk membicarakan dan mendapatkan masukan dari para pelaku usaha terkait kendala yang dihadapi dalam merekrut pekerja Indonesia serta upaya untuk membendung perekrutan pekerja Indonesia secara tidak sah ”. demikian disampaikan Edi Kahayanto, Konsuler III KJRI Penang.

Menurutnya, tidak sedikit oknum agensi yang melakukan perekrutan pekerja Indonesia tidak sesuai prosedur, akibatnya TKI yang berangkat bekerja di Malaysia tidak terdata di BNP2TKI. TKI yang diberangkatkan tidak sesuai prosedur ini, sangat rentan untuk diekploitasi oleh majikan.

Salah satu Agen yang hadir, Teh Eng Hooi, Pemilik Agensi Carring Sdn Bhd mengeluhkan bahwa banyak PPTKIS di Indonesia yang tidak dapat memenuhi permintaannya. “saya sudah mengurus Job Order/Demand Letter ke KJRI Penang dan mengirimkan ke PPTKIS di Indonesia. PPTKIS menggunakan Demand Letter dari kami itu untuk merekrut pekerja namun pekerja tersebut tidak dikirimkan ke tetapi kepada agensi lain yang tidak mempunyai Demand Letter.” Katanya saat ditanya terkait permasalahan yang dihadapi oleh para agensi resmi di Malaysia.

Sesuai dengan MoU antara Indonesia dan Malaysia mengenai Perekrutan dan Penempatan Pekerja Domestik, untuk memperoleh pekerja pembantu rumah tangga asal Indonesia, pihak majikan di Malaysia harus menggunakan agensi pekerjaan (AP). Selanjutnya, Agensi Pekerjaan Malaysia akan mengurus izin pengambilan tenaga kerja asing di Kantor Tenaga Kerja Malaysia dan di Kantor Imigrasi Malaysia.

Setelah mendapatkan ijin, AP Malaysia mengurus Demand Letter/Job Order di Kantor Perwakilan Indonesia (KJRI/KBRI). Berdasarkan pengesahan Job Order dari Kantor Perwakilan Indonesia di Malaysia, Agensi Pekerjaan menghubungi PPTKIS (Perusahaan Pengerah Tenaga Kerja Kerja Indonesia Swasta) di Indonesia untuk proses rekrutmen pekerja Indonesia.

Menurut Jabatan Imigresen Negeri Pulau Pinang, tercatat sekitar 2715 TKI yang bekerja sebagai pembantu Rumah Tangga.