Penggairahan Kembali Hubungan Aceh – Pulau Pinang

10/21/2014

?

Kunjungan TYT Yang Dipertua Negeri Pulau Pinang Tun Seri Dato’ Haji Abdul Rahman bin Haji Abbas beserta isteri dan delegasi (32 orang) ke Aceh tanggal 15 – 17 Oktober 2014, menandai bergairahnya kembali dan semakin eratnya hubungan Aceh – Pulau Pinang yang secara historis mempunyai ikatan kekeluargaan, budaya dan ekonomi. Sejarah mencatat bahwa para pengusaha Aceh sejak abad 18 sudah menjadikan Pulau Pinang sebagai mitra dagang utamanya dan begitu pula banyak  usahawan Aceh yang sukses membangun bisnis di Pulau Pinang. Sebut saja nama Sayed al-Idid yang membangun Masjid Aceh dan mengembangkan perkampungan Aceh dan Tengku Nyak Putih, ayahanda seniman legendaris melayu P Ramlee.

TYT Dipertua Negeri Pulau Pinang menyampaikan kekagumannya atas keberanian, kehebatan dan kerja keras masyarakat  Aceh. Namun juga diakuinya bahwa banyak masyarakat di Pulau Pinang yang mengenal Aceh dari karya sastra, referensi kuliah, namun mungkin belum banyak yang mengenalnya secara langsung meskipun jaraknya tidak jauh. Ulama-ulama besar Aceh seperti Hamzah Al Fansuri (ulama dan sufi) Nuruddin Al-Raniri (ulama penasehat Kesultanan Aceh pada masa kepemimpinan Sultan Iskandar Tsani,  menjadi referensi dan kajian perguruan tinggi di Malaysia.

Gayung bersambut, Pemda dan pengusaha Aceh menyambut baik upaya penggairahan kembali dimaksud dan berbagai peluang usaha seperti di bidang perkebunan, perikanan, pertambangan, pariwisata dan transportasi telah ditawarkan. Dalam kesempatan tersebut pengusaha kopi Pulau Pinang telah menyatakan keinginan kuat untuk mengimpor produk dimaksud dari Aceh, begitu juga pengusaha di bidang perlengkapan kebersihan. Dalam rangka mengembangkan ekonomi kedua daerah, pada kesempatan kunjungan dimaksud juga telah dilakukan penanda-tanganan kerjasama transportasi laut antara Orbit Shipping Sdn Bhd dengan PT. Pandu Buana Nusantara. Demikian pula, maskapai penerbangan Malaysia yang selama ini telah mengoperasikan jalur Pulau Pinang-Aceh PP, akan segera membuka jalur penerbangan baru Aceh-Phuket/Krabi PP. Disisi lain, pengusaha Pulau Pinang di bidang industri makanan, certified spa akan mengembangkan usahanya di Aceh.

Di tengah situasi di Aceh yang sangat kondusif paska Tsunami, Pemda Aceh membuka kesempatan yang luas bagi pengusaha Pulau Pinang untuk memulai dan mengembangkan investasi dan usahanya di Aceh dengan memberikan kemudahan fasilitasi perijinan dan perlindungan usaha.

Dengan berbagai upaya dan perkembangan yang terjadi, kita patut berharap besar bahwa keeratan dua daerah dimaksud kembali terajut dan semakin menguat.