Pintu gerbang baru KBRI Paris

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah pintu gerbang baru telah dipasang untuk menyambut pengunjung di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Paris sejak beberapa waktu yang lalu. Bernuansa warna emas dan hitam, gerbang tersebut memperlihatkan unsur-unsur yang mengingatkan kekayaan warisan budaya Indonesia.

 

Pertama, hiasan di bagian atas gerbang merupakan replika dari burung Garuda, lambang Republik Indonesia yang merupakan simbol kekuatan. Di dadanya terdapat perisai dengan gambar simbol-simbol dari lima prinsip Pancasila, filosofi dari negara Indonesia: bintang mewakili sila Ketuhanan yang Maha Esa; rantai melambangkan sila Kemanusiaan yang adil dan beradab, pohon beringin melambangkan sila Persatuan Indonesia, kepala banteng melambangkan sila Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, padi dan setangkai kapas melambangkan sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Di bagian kaki, burung Garuda terdapat sebuah pita bertuliskan semboyan nasional Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, yang dalam bahasa Jawa kuno berarti : "(Meskipun) berbeda-beda, namun tetap satu."

 

Elemen kedua yang terletak di bawah burung Garuda adalah replika candi Borobudur dilihat dari udara, candi Budha terkenal yang berasal dari abad 7 dan 9, yang terletak di Jawa Tengah dan sempat dipugar dengan bantuan UNESCO pada tahun 1970-an. Candi ini dibangun berupa piramida yang dibangun di atas lima teras persegi, di atasnya terdapat tiga platform berbentuk lingkaran di mana terdapat 72 buah stupa, yang masing-masing berisi sebuah patung Buddha. Seluruhnya dimahkotai oleh sebuah stupa monumental. Candi Borobudur termasuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1991.

 

Selanjutnya, sebuah replika Gatotkaca, yang sangat populer dalam teater wayang tradisional yang dinyatakan sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity oleh UNESCO sejak tahun 2003. Gatotkaca adalah karakter berani dan patriotik, seorang diplomat yang membawa kehormatan dalam hatinya. Pada gerbang portal ini, Gatotkaca diletakkan di atas gunungan (gunung) atau Kayon (pohon kehidupan) yang menandai awal dan akhir pertunjukan, tetapi juga kegembiraan, perubahan suasana, dan unsur-unsur dari alam.

 

Keseluruhan unsur-unsur budaya ini ditempatkan dengan latar belakang motif batik, yang merupakan kain cetak tradisional, yang terdaftar sejak tahun 2009 dalam Intangible Cultural Heritage of Humanity oleh UNESCO.