Persembahan budaya Indonesia di Rambouillet, Bordeaux dan Nantes

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Setelah sukses memukau publik di Paris dengan persembahan budaya pada Festival Indonesia, pada tanggal 16 mei 2010, KBRI Paris dan tim Kesenian Banten juga telah menyelenggarakan pentas seni budaya di Nantes. Kegiatan ini dapat terselenggara atas kerjasama yang baik antara Paris dan Pemda Nantes.

 

Sebelumnya, pada tanggal 12 Mei 2010, KBRI Paris bersama tim kesenian Pemda Banten menyelenggarakan pentas Budaya Banten di Universitas Bordeaux 2. Melalui event ini, diharapkan masyarakat Bordeaux akan lebih mengenal Indonesia yang memang memiliki beragam budaya yang tersebar di seluruh kepulauan Indonesia.

 

Pada kedua pentas seni budaya ini, ditampilkan tarian tradisional dari Propinsi Banten seperti Gitek Cokek, Rampak Beduk dan Debus, ditampilkan juga tarian dari daerah lain di Indonesia seperti dari Topeng, Piring, Rantak dan tarian dari Bali yang dibawakan oleh anggota masyarakat Indonesia. 

 

 

Pementasan ini mendapat apresiasi yang besar dari para pengunjung yang sebagian besar baru melihat kesenian tradisional Indonesia secara langsung.

 

Sesuai kedua acara di atas, disajikan makanan khas Indonesia antara lain seperti dadar gulung, lemper, lumpia dan rempeyek. Pengunjung sangat menyukai sajian makanan ringan tersebut dan menanyakan resep pembuatannya.

 

Sementara pada tanggal 9 Mei 2010, KBRI Paris mengorganisir keikutsertaan Tim Kesenian Pemda Banten untuk memeriahkan acara Karnaval Fete de Muguet di Rambouillet. Acara ini dihadiri oleh + 5000 orang masyarakat Rambouillet dan masyarakat Indonesia yang tinggal daerah tersebut. Mereka menyambut positif partisipasi KBRI Paris dan Tim Kesenian Banten dalam event ini, dan memberikan apresiasi yang besar atas penampilan tersebut.

 

Dalam acara ini, Tim Kesenian Banten telah menampilkan berberapa tarian antara lain tari Rampak Beduk, Gitek Cokek, Rampak Beduk dan Mandane. Acara bertambah menarik dan meriah dengan keterlibatan masyarakat Rambouillet dalam salah satu tarian yang dimainkan, tari Mandane. Mereka nampak antusias mengikuti gerakan para penari Banten.