INDONESIA BERKOMITMEN MENUJU LOW CARBON ECONOMY

​​Menteri Keuangan RI Bambang Brodjonegoro pada kesempatan pertemuan OECD Ministerial Council Meeting (MCM) di Paris pada tanggal 3 Juni 2015 menegaskan kembali komitmen Indonesia dalam isu pembangunan ekonomi dunia khususnya terkait arah perekomian dunia menuju low-carbon economy. Tidak dilupakan posisi negara berkembang yang mendukung sharing of capacities dan transfer of technology sebagai isu penting dalam negosiasi perubahan iklim. Pertemuan OECD MCM 2015 yang bertema Unlocking Investment for Sustainable Growth and Jobs difokuskan pada upaya mendorong dan meningkatkan investasi dan inovasi, serta reformasi struktural dalam upaya memacu pertumbuhan ekonomi global. Pertemuan juga turut membahas mengenai keselarasan antara pembangunan ekonomi dan pertumbuhan investasi dengan isu perubahan iklim. Khusus mengenai perkembangan investasi, diakui bahwa investasi terhadap UKM dan infrastruktur dianggap memiliki daya dorong tinggi dalam upaya peningkatan kesejahteraan. Keterlibatan UKM dalam pasar global juga dianggap sebagai poin penting bagi pertumbuhan ekonomi local.

Kerja sama dan sharing of capacities juga menjadi hal penting yang ditekankan oleh Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku Chair of the Council of Global Green Growth Institute (GGGI) yang hadir dan menyampaikan keynote speech di salah satu sesi pertemuan OECD Forum 2015 pada tanggal 2 Juni 2015 dengan tema The Urgency of Now: COP 21 and Beyond. Ditegaskan oleh SBY bahwa kerja sama merupakan landasan bagi kesuksesan dunia dalam menghadapi dan meng-adress isu perubahan iklim. Tidak hanya melibatkan negara-negara, baik negara maju maupun negara berkembang, namun kerja sama ini juga perlu didukung penuh oleh masyarakat dan kalangan swasta. Keterlibatan semua unsur ini dirasa penting tidak hanya untuk mendorong proses negosiasi dalam pelaksanaan COP 21 di Paris pada bulan Desember 2015 namun juga implementasinya kelak. Di sela-sela pertemuan OECD Forum, SBY sebagai Chair of the Council of GGGI melakukan pertemuan dengan Sekjen OECD Angel Gurria dan pertemuan dengan Menteri Perdagangan dan Menteri  Perubahan Iklim Selandia Baru, Tim Groser.

Masih pada Forum yang sama, Walikota Surabaya Tri Rismaharini dalam sesi OECD Forum 2015: The Urban Age yang dilaksanakan pada tanggal 2 Juni 2015 menekankan pentingnya perubahan mindset sebagai kunci keberhasilan Pemerintah Kota Surabaya dalam program penghijauan kotanya. Walikota Risma juga menegaskan bahwa keterbukaan pemerintah atas kondisi riil kota, justru memberikan peluang bagi masyarakat dalam memahami kebijakan pemerintah sekaligus memberikan dukungan bagi berbagai program Pemerintah Kota Surabaya. Hal senada disampaikannya kembali dalam sesi OECD Forum Talk Together: Water and Cities. Ditambahkan oleh Walikota Risma pada sesi tersebut bahwa berkat keterlibatan warga kota Surabaya untuk menjaga kebersihan kota dan melestarikan program pengumpulan sampah, Surabaya berhasil mengurangi intrusi air laut dan memperbanyak serapan air hujan.

Di sela-sela pelaksanaan OECD MCM 2015, Menkeu RI juga berkesempatan melakukan pertemuan bilateral dengan State Minister for Foreign Affairs Jepang Yasuhide Nakayama, menghadiri acara peluncuran Indonesia – OECD Joint Work Programme 2015-2016 dan menandatangani aksesi Indonesia pada OECD Multilateral Competent Authority Agreement on Automatic Exchange of Financial Account Information (MCAA) bersama Australia, Costa Rica, India, Kanada, dan Selandia Baru. Peluncuran Indonesia – OECD Joint Work Programme 2015-2016 tersebut menandai semakin eratnya kerja sama antara Indonesia dan OECD khususnya dalam upaya mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Sementara aksesi Indonesia pada kesepakatan MCAA dalam rangka upaya peningkatan kerja sama antar antar negara dalam rangka pertukaran informasi di bidang perpajakan dan keuangan.

Pertemuan OECD MCM di tanggal 3-4 Juni 2015 dan OECD Forum (tema Investing in the Future: People, Planet, Prosperity) tanggal 2-3 Juni 2015 yang diselenggarakan secara back-to-back merupakan acara kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh OECD dengan mengundang seluruh Menteri terkait negara anggota OECD, negara mitra OECD, para pejabat tinggi, kalangan bisnis, akademisi, experts, tokoh dan pemerhati masalah ekonomi, pembangunan dan lingkungan dari sejumlah negara di dunia serta termasuk negara-negara key-partners OECD selain Indonesia, yakni Afrika Selatan, Brazil, India dan Tiongkok. Pertemuan OECD MCM tahun ini diketuai oleh Belanda (dengan Vice-Chair Ceko, Prancis dan Korea) dan dibuka secara resmi oleh Perdana Menteri Belanda Mark Rutte dan Sekjen OECD Angel Gurria. Acara OECD MCM juga dihadiri oleh Presiden Prancis, François Hollande. Indonesia sebagai salah satu negara key partners OECD aktif berpartisipasi dalam sejumlah pertemuan working parties dan committees OECD dan di berbagai forum utama lainnya, termasuk OECD MCM dan OECD Forum setiap tahunnya.