Banyuwangi guncang pameran pariwisata internasional di Paris

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Tim Kesenian Banyuwangi mengguncang pameran pariwisata internasional di Paris (Salon Mondial de Tourisme/Le Monde à Paris - MAP). Tampil dengan konstum meriah dan hentakan kendang, gamelan dan perkusi, tim kesenian Banyuwangi langsung menyedot penonton yang memadati pameran yang berlangsung pada 18  -  21 Maret 2010. 

 

 

Penonton yang sebelumnya duduk sopan menonton pertunjukan musik dan biola langsung bertepuk tangan menyambut gebrakan Banyuwangi yang menampilkan tari Jejer Gandrung dan Padang Ulan. Gebrakan sangat dinamis penari seakan menghentikan kegiatan pameran dan penonton yang terpaksa berdiri karena bangku-bangku yang tersedia tidak mencukupi lagi, menutupi beberapa stand yang berdekatan dengan panggung.

 

Usai menikmati penampilan tari, penonton langsung menyerbu stand Indonesia yang menghadirkan dua travel agent: Ravelino Travel & Tours dari Sumatera Utara dan Bali Partners Travel & Tours. Penonton mencoba mencari tahu letak Banyuwangi dan manggut-manggut ketika diberitahu bahwa Kabupaten tersebut hanya 15 menit naik feri dari Gilimanuk, Bali.

 

Brosur mengenai berbagai daerah tujuan wisata Indonesia yang dicetak KBRI Paris lebih dari 5000 langsung habis diambil penonton. Kendatipun brosur Bali paling diminati, tapi banyak pengunjung yang juga tertarik dengan daerah tujuan wisata lain di Sumatera dan Sulawesi. Sebagian besar pengunjung menyatakan tidak asing dengan Indonesia dan pernah berkunjung ke Bali dan Lombok.

 

Stand Indonesia yang dibuka oleh KBRI Paris untuk lebih mempromosikan potensi wisata Indonesia tidak hanya dikerubuti pengunjung umum, pengunjung profesional juga memadati cocktail yang diadakan seusai pertunjukan tari tim kesenian Banyuwangi. Puncak dari cocktail adalah kunjungan Sekjen World Tourism Organization (WTO) yang didampingi Menteri Pariwisata Kongo dan pejabat tinggi Kementerian Pariwisata Perancis ke stand Indonesia.

 

 

Beberapa pemilik travel dan tour operator Perancis yang menjajakan paket wisata Indonesia meluapkan kegembiraannya dengan partisipasi KBRI Paris dalam MAP. “Setelah lebih 22 tahun menjual paket Indonesia akhirnya saya berkesempatan juga mengunjungi stand Indonesia di MAP,” ungkap Pauline Belo – Lepoutre, pemilik Archipel Contact.

 

Jacky Pilo, Managing director Voyageurs Associes, memperlihatkan paket destinasi Indonesia yang diterbitkan perusahaannya dalam bentuk majalah. “Pasar Perancis terlalu besar untuk tidak digarap dengan baik,” ujarnya. Data sementara BPS tahun 2009 menunjukkan bahwa wisatawan Perancis yang berkunjung ke Indonesia berjumlah 152.874 orang atau naik signifikan 28,08% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

 

MAP merupakan kegiatan tahunan di Paris yang diikuti oleh para profesional di bidang pariwisata (kantor promosi pariwisata, perusahaan akomodasi, agen perjalanan, perusahaan penerbangan, kapal pesiar, publikasi/pers) dan masyarakat umum. Setiap tahunnya MAP dikunjungi oleh sekitar 92 ribu pengunjung yang sebagian besar terdiri dari kalangan profesional. Tahun ini MAP diikuti oleh sekitar 500 peserta pameran dan 58 diantaranya adalah peserta negara.

 

Stand Indonesia termasuk stand yang ramai dikunjungi pengunjung dari berbagai segmen yang ingin menanyakan berbagai informasi yang mendetil mengenai pariwisata Indonesia. Stand Indonesia didominasi oleh dekorasi bernuansa merah dengan unsur kain batik, Bali, dan Lampung. Pada stand ini juga disediakan makanan-makanan kecil khas Indonesia untuk memperkenalkan cita rasa Indonesia kepada para pengunjung.

 

 

Penonton yang sebelumnya duduk sopan menonton pertunjukan musik dan biola langsung bertepuk tangan menyambut gebrakan Banyuwangi yang menampilkan tari Jejer Gandrung dan Padang Ulan. Gebrakan sangat dinamis penari seakan menghentikan kegiatan pameran dan penonton yang terpaksa berdiri karena bangku-bangku yang tersedia tidak mencukupi lagi, menutupi beberapa stand yang berdekatan dengan panggung.

 

Usai menikmati penampilan tari, penonton langsung menyerbu stand Indonesia yang menghadirkan dua travel agent: Ravelino Travel & Tours dari Sumatera Utara dan Bali Partners Travel & Tours. Penonton mencoba mencari tahu letak Banyuwangi dan manggut-manggut ketika diberitahu bahwa Kabupaten tersebut hanya 15 menit naik feri dari Gilimanuk, Bali.

 

Brosur mengenai berbagai daerah tujuan wisata Indonesia yang dicetak KBRI Paris lebih dari 5000 langsung habis diambil penonton. Kendatipun brosur Bali paling diminati, tapi banyak pengunjung yang juga tertarik dengan daerah tujuan wisata lain di Sumatera dan Sulawesi. Sebagian besar pengunjung menyatakan tidak asing dengan Indonesia dan pernah berkunjung ke Bali dan Lombok.

 

Stand Indonesia yang dibuka oleh KBRI Paris untuk lebih mempromosikan potensi wisata Indonesia tidak hanya dikerubuti pengunjung umum, pengunjung profesional juga memadati cocktail yang diadakan seusai pertunjukan tari tim kesenian Banyuwangi. Puncak dari cocktail adalah kunjungan Sekjen World Tourism Organization (WTO) yang didampingi Menteri Pariwisata Kongo dan pejabat tinggi Kementerian Pariwisata Perancis ke stand Indonesia.

 

Beberapa pemilik travel dan tour operator Perancis yang menjajakan paket wisata Indonesia meluapkan kegembiraannya dengan partisipasi KBRI Paris dalam MAP. “Setelah lebih 22 tahun menjual paket Indonesia akhirnya saya berkesempatan juga mengunjungi stand Indonesia di MAP,” ungkap Pauline Belo – Lepoutre, pemilik Archipel Contact.

 

Jacky Pilo, Managing director Voyageurs Associes, memperlihatkan paket destinasi Indonesia yang diterbitkan perusahaannya dalam bentuk majalah. “Pasar Perancis terlalu besar untuk tidak digarap dengan baik,” ujarnya. Data sementara BPS tahun 2009 menunjukkan bahwa wisatawan Perancis yang berkunjung ke Indonesia berjumlah 152.874 orang atau naik signifikan 28,08% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

 

MAP merupakan kegiatan tahunan di Paris yang diikuti oleh para profesional di bidang pariwisata (kantor promosi pariwisata, perusahaan akomodasi, agen perjalanan, perusahaan penerbangan, kapal pesiar, publikasi/pers) dan masyarakat umum. Setiap tahunnya MAP dikunjungi oleh sekitar 92 ribu pengunjung yang sebagian besar terdiri dari kalangan profesional. Tahun ini MAP diikuti oleh sekitar 500 peserta pameran dan 58 diantaranya adalah peserta negara.

 

Stand Indonesia termasuk stand yang ramai dikunjungi pengunjung dari berbagai segmen yang ingin menanyakan berbagai informasi yang mendetil mengenai pariwisata Indonesia. Stand Indonesia didominasi oleh dekorasi bernuansa merah dengan unsur kain batik, Bali, dan Lampung. Pada stand ini juga disediakan makanan-makanan kecil khas Indonesia untuk memperkenalkan cita rasa Indonesia kepada para pengunjung.