Resepsi Diplomatik Peringatan HUT Ke-68 Proklamasi Kemerdekaan RI di Paramaribo

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-68, Proklamasi Kemerdekaan RI tahun 2013, bertempat di Wisma Duta Besar RI, telah dilaksanakan Resepsi Diplomatik pada tanggal 12 September 2013, dengan Guest of Honour H.E. Robert Ameerali,  Wakil Presiden Suriname. Hadir dalam Resepsi Diplomatik lebih 300 orang terdiri dari para Menteri Kabinet Suriname, anggota Parlemen, Panglima Angkatan Bersenjata, Kepala Polisi Nasional serta Pejabat Tinggi Suriname; Corp Diplomatic dan Konsul Kehormatan di Suriname, para pengusaha, tokoh budaya dan tokoh masyarakat Suriname serta tokoh WNI di Suriname.

Duta Besar RI menyampaikan dalam sambuatannya antara lain bahwa pada tanggal 17 Agustus 1945, rakyat Indonesia  memproklamasikan Kemerdekaannya setelah dijajah selama 350 tahun. Rakyat Indonesia menyatakan kemerdekaan sebagai bangsa yang bebas dari belenggu penjajahan yang menyebabkan penderitaan rakyat Indonesia selama ratusan tahun. Setelah 68 tahun merdeka, Indonesia dengan bangga menjadi anggota G-20 dan terus memainkan peran penting pada tatanan global.
 
Disampaikan juga bahwa hubungan Indonesia dengan Suriname dimulai sejak kedatangan imigran Jawa ke Suriname tahun 1890. Kedua Negara memelihara hubungan kebudayaan, dan untuk meningkatkan hubungan tersebut, Indonesia membuka Kantor Komisioner pada tahun 1951 serta ditingkatkan menjadi Konsulat Jenderal tahun 1964. Hubungan bilateral kedua Negara secara resmi ditandai dengan pembukaan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Paramaribo pada tanggal 23 Januari 1976. Suriname merupakan partner penting di kawasan dan memberikan dukungan sebagian besar pencalonan Indonesia pada lembaga internasional. Kunjungan Menlu Suriname ke Indonesia tanggal 18 Maret 2013 dimaksudkan untuk memperkuat kerjasama kedua Negara.
 
Selama hampir 3 tahun penugasan sebagai Duta Besar RI untuk Suriname, beberapa hal telah dilakukan untuk memperkuat hubungan dan kerjasama kedua Negara antara lain : Penandatanganan Persetujuan Bebas Visa bagi pemegang Paspor Diplomatik dan Paspor Dinas oleh kedua Menlu di New York pada tanggal 22 September 2011; Ratifikasi Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda;  keikutsertaan pelajar  Suriname pada berbagai beasiswa di Indonesia dan program pelatihan teknis; kunjungan delegasi Suriname untuk menghadiri berbagai konferensi internasional di Indonesia seperti Pertemuan FEALAC ke-6, Pertemuan Tingkat Menteri mengenai Peran Wanita pada Pembangunan OKI, Forest Eleventh Meeting dan Kongress Bahasa Jawa, serta Kongress Kedua Diaspora Indonesia di Jakarta.
 
Selanjutnya untuk memperkuat kerjasama kedua negara, hal-hal yang telah dan akan dilaksanakan adalah: partisipasi Indonesia pada Carifesta XI yang diadakan di Suriname tanggal 16-25 Agustus 2013; pelaksanaan Indofair pada minggu keempat September 2013 di Paramaribo; kunjungan pengusaha Suriname ke Trade Expo Indonesia, tanggal 16-20 Oktober 2013,  dan  rencana kunjungan tim nasional sepakbola ke Suriname, atas undangan Suriname.
 
Dalam rangka promosi budaya, pada acara Resepsi Diplomatik dipertunjukkan 4 tari yaitu Tari Indonesia Jaya dilanjutkan dengan Tari Trip to Bali, Tari Panji Semirang, Tari Saman dan Tari Melati. Keempat tari tersebut mendapatkan sambutan yang cukup meriah dari hadirin. Selain itu selama acara diputarkan film dokumenter tentang obyek wisata di Lombok, Maluku, keindahan alam bawah air Bunaken, membatik, wayang dll
 
Dalam rangka promosi kuliner, disajikan sate ayam, martabak, semar mendem, lapis legit, lapis beras, bika ambon, lumpia basah, sus fla dan cheese puff serta rempeyek bayam.  Para undangan menikmati berbagai makanan Indonesia tersebut. Beberapa undangan berharap agar martabak dan rempeyek bayam dapat diperoleh di restoran atau warung  di Suriname yang dikelola oleh keturunan Indonesia. Untuk itu diharapkan  KBRI atau Dharma Wanita Persatuan KBRI Paramaribo bisa mengajari warga keturunan Indonesia mengenai cara pembuatan martabak dan rempeyek bayam.
 
Walaupun pada saat kedatangan tamu terjadi hujan lebat, namun Resepsi berjalan dengan lancar sesuai rencana. Resepsi Diplomatik tersebut diliput oleh beberapa stasiun TV, yaitu STVS (TV nasional Suriname), TV Garuda (dikelola oleh keturunan Indonesia), dan TV APINTIE (dikelola oleh keturunan India). Diharapkan tayangan ketiga TV tersebut ikut  mempromosikan Indonesia di Suriname (Sumber KBRI Paramaribo)