Promosi Terpadu Indonesia dalam Bentuk Bazar Amal di KBRI Paramaribo

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

KBRI Paramaribo bekerjasama dengan Dharma Wanita Persatuan KBRI Paramaribo, pada tanggal 28 April 2013 telah melaksanakan Promosi Terpadu Indonesia dalam bentuk Bazar Amal bertempat di halaman kantor KBRI yang berlangsung dengan lancar dan sukses. Bazar ini merupakan salah satu upaya  promosi produk, budaya dan kuliner Indonesia. Dana yang terkumpul dalam Bazar Amal akan disumbangkan kepada yayasan sosial baik di Suriname maupun Indonesia. Pembukaan Bazar dilakukan oleh Isteri Wakil Presiden, Mrs. Kitty Ameerali, didampingi oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny. Retnani  Rahardjo  dan Duta Besar RI,  dengan pemukulan gong 3 kali.

 

Hadir dalam Bazar Amal 2013 selain isteri Wakil Presiden Suriname, juga  Mrs. Kartina Djakiman, isteri Menteri Dalam Negeri, Maureen Hok, isteri Menteri Sumber Daya Alam; Mrs.  Margriet Setrowidjojo, isteri Menteri  Pertanian, Peternakan dan Perikanan. Hadir juga Menteri Dalam Negeri; Menteri Pertanian, Peternakan dan Perikanan; anggota Parlemen keturunan Indonesia, Direktur Arsip Nasional Suriname, Kepala Devisi Asia Pasifik dan Afrika Kemlu Suriname, Distrik Komisaris (Gubernur) Paramaribo Selatan; dan Distrik Komisaris Paramaribo Utara. Dari Corp Diplomatic hadir antara lain Duta Besar Guyana, Duta Besar India, Duta Besar Brasil, KUAI KBRI Belanda,  DCM KBRI Brasil, DCM KBRI Perancis serta wakil Kedubes Cina. Selain itu hadir juga mantan Duta Besar Suriname di Jakarta, sejumlah anggota Diplomatic Ladies Group, pimpinan Media TV dan Media Cetak, serta friend of Indonesia.

 

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Paramaribo menyampaikan antara lain bahwa Bazar Amal merupakan  salah satu kegiatan DWP yang bertujuan untuk mengumpulkan dana guna disumbangkan ke yayasan atau panti-panti yang memerlukan baik di Suriname maupun Indonesia.  Selain itu bazar juga dimaksudkan untuk mempromosikan produk dan kuliner Indonesia serta berbagai kesenian Indonesi, termasuk memperkenalkan ragam Kain Nusantara kepada Masyarakat Suriname.   

 

Duta Besar RI, Nur Syahrir Rahardjo menyampaikan bahwa Bazar Amal merupakan kegiatan bersama antara KBRI Paramaribo dan DWP sejak tahun 2005 antara lain bertujuan untuk mengumpulkan sumbangan dalam bentuk barang dan uang untuk diserahkan kepada yayasan dan panti sosial baik di Suriname maupun di Indonesia. Dalam Bazar dua tahun lalu,  diperkenalkan ragam kuliner Indonesia berupa Soup Buntut, Bakso Malang dan Lumpia Semarang; kemudian tahun lalu dilaksanakan demo memasak dalam program Dapur Indonesia; dan pada tahun ini diperkenalkan berbagai ragam Kain Nusantara yang  di-display dan dipertunjukkan dalam fashion show.

 

Peserta Bazar 2013 menempati 13 stan barang dan 13 stan makanan terdiri dari sejumlah pengusaha setempat yang mengimpor produk-produk Indonesia.  Produk Indonesia yang ditawarkan meliputi :  garmen, perlengkapan serta pernak-pernik batik;  pakaian jadi; kerajinan tangan; produk-produk Indofood seperti sirup, mi instan, krupuk, kecap, dan lain-lain.  Sementara makanan yang disajikan antara lain soup buntut, sate ayam, nasi goreng, bakmi goreng,  es teller, es jeruk kelapa muda, es campur, dawet. Selain itu juga disajikan  berbagai kue tradisional Indonesia seperti lapis labu, lemper, tahu isi, kue lapis, klepon, onde-onde, gemblong, wingko babat, dan rempeyek bayam. Salah satu stand menyajikan “Nasi Berkat”, makanan yang disajikan  dalam Tradisi Kenduri di Jawa Tengah dan Yogyakarta, dan telah  menjadi salah satu masakan Jawa yang dikenal di Suriname.

 

KBRI membuka stand khusus untuk mempromosikan dan memberikan informasi kepada pengunjung Bazar mengenai pariwisata dan produk Indonesia. Selain itu pengunjung Bazar berkesempatan menikmati  Kopi Tubruk dan Kopi Luwak buatan Indonesia yang disajikan langsung oleh Duta Besar dan Staf KBRI.  Diharapkan penyelenggaraan Bazar ini dapat turut meningkatkan hubungan dan kerjasama antara  Indonesia dan Suriname, termasuk bidang ekonomi, pariwisata dan budaya.

 

Kegiatan ini telah dikenal luas oleh masyarakat Suriname dan dinanti-nantikan pelaksanaannya, mengingat Bazar merupakan ajang silaturahmi bagi masyarakat Suriname, tidak saja masyarakat keturunan Indonesia, tetapi juga masyarakat Suriname dari etnis lain, khususnya pecinta produk dan kuliner Indonesia.  Selain untuk meningkatkan silaturahmi, Bazar juga merupakan sarana  bernostalgia bagi masyarakat Suriname.

 

Bazar Amal mendapatkan perhatian penuh dari media setempat, baik TV maupun media cetak, seperti Time of Suriname dan De Ware Tidj.  Media TV yang meliput Bazar adalah STVS (TV Nasional Suriname),  TV Garuda,  TV Mustika dan TV Pertjajah  (milik keturunan Indonesia). Diharapkan melalui liputan media tersebut yang tayangan dan publikasinya menjangkau masyarakat yang lebih luas di Suriname, dapat memberikan dampak positif bagi citra Indonesia di Suriname (sumber ;KBRI Paramaribo/mcr).-