Promosi Budaya Indonesia “Bazar Amal 2014” di KBRI Paramaribo, tanggal 27 April 2014

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

?KBRI Paramaribo bekerjasama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Paramaribo telah menyelenggarakan kegiatan Promosi Budaya Indonesia dalam bentuk Bazar Amal pada tanggal 27 April 2014, bertempat di halaman Kantor KBRI Paramaribo. Kegiatan Bazar Amal yang merupakan salah satu kalender promosi KBRI Paramaribo sejak tahun 2005 tersebut bertujuan untuk mempromosikan seni budaya, makanan/kuliner dan produk kerajinan Indonesia kepada masyarakat Suriname, dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral dan masyarakat kedua negara.
 
Kegiatan Bazar Amal 2014 dibuka secara resmi oleh istri Wapres Suriname, Mrs. Kitty Ameerali, dengan pemukulan gong, yang didampingi oleh Dubes RI dan Ketua DWP KBRI Paramaribo, Ibu Retnani Rahardjo. Hadir dalam kegiatan Bazar Amal antara lain para pejabat tinggi Suriname beserta isteri, yakni Menteri Pemuda dan Olahraga Suriname, Mr. Ismanto Adna; Menteri Sumber Daya Alam, Mr. Jim Hok; mantan Menteri Dalam Negeri Suriname, Mr. Soewarto Moestadja serta Distric Commisioner untuk Paramaribo Utara, Mr. Mohamad Kasto.  Turut hadir pula  para mantan Dubes Suriname untuk Indonesia, Mrs. Angelic Alihuzain del Castilho dan Mr. Sahadi Rasam. Dari kalangan korps diplomatik hadir  a.l. Dubes Perancis, India, Tiongkok, Kuba, Brazil, Argentina,   para Anggota Diplomatic Ladies Group (DLG) serta istri Konsul Kehormatan Indonesia untuk Guyana, Mrs. Aminah Niamatali. Hadir pula dalam acara pembukaan Bazar tersebut para Friends of Indonesia dan   kalangan media massa. 
 
Dalam sambutannya, Duta Besar RI Paramaribo menyampaikan bahwa kegiatan Bazar Amal 2014 diharapkan dapat lebih meningkatkan hubungan bilateral dan masyarakat antara kedua negara yang selama ini telah terjalin baik. Sementara itu, Ketua DWP KBRI Paramaribo juga menyampaikan bahwa kerjasama sinergis antara DWP bersama KBRI Paramaribo dalam bentuk Bazar Amal 2014 tersebut bertujuan untuk mempromosikan keanekaragaman seni budaya Indonesia di Suriname, yakni  Pakaian Daerah/adat  Indonesia, pagelaran tari, pentas musik serta kuliner. Dalam Bazar tersebut, juga dilakukan peluncuran buku resep masakan ”Dapur Indonesia”, yang disusun berdasarkan kumpulan resep masakan Indonesia yang telah diperagakan dan ditayangkan dalam program acara TV ”Dapur Indonesia”, hasil kerjasama KBRI Paramaribo, DWP KBRI Paramaribo dan TV Mustika (Suriname).
 
Sebagai bagian dari acara Seni Budaya dalam Bazar Amal ditampilkan Tari-tarian klasik dan kontemporer antara lain Tari Panyembrama, Kulintung, Candu Asmara,  Wek-wek, Kelinci,  dan Poco-poco; peragaan pakaian adat dari 12 Propinsi di Indonesia;  serta penampilan musik Angklung, Penampilan acara Seni Budaya dalam Bazar Amal 2014 tersebut, dilaksanakan oleh para murid Sanggar Tari dan Musik KBRI Paramaribo. Rangkaian acara Bazar ditutup dengan pentas musik oleh artis-artis Suriname.
 
Disamping promosi seni dan budaya, Bazar Amal juga merupakan ajang/sarana promosi produk Indonesia, yang meliputi souvenir, handicraft, batik dan produk pakaian jadi, serta berbagai makanan khas dan tradisional Indonesia. Bazar Amal diikuti oleh para pengusaha berskala kecil dan menengah Suriname, dengan jumlah stand sebanyak 28 stand, terdiri dari 13 stand barang dan 15 stand makanan. Sementara itu, Stand KBRI Paramaribo juga menyajikan berbagai informasi terkait dengan promosi pariwista dan berbagai daerah tujuan wisata di Indonesia, yang juga mendapat perhatian khusus dari para pengunjung Bazar.
 
Kegiatan Bazar Amal 2014 secara umum berjalan lancar dan baik. Dibandingkan pelaksanaan tahun lalu, kegiatan Bazar Amal kali ini terdapat peningkatan dari jumlah peserta stand dan lokasi stand yang lebih luas, dengan memanfaatkan halaman samping KBRI Paramaribo. Kegiatan Bazar Amal 2014 dimaksud juga mendapatkan liputan yang luas dari mass media termasuk TV/Radio dan media cetak setempat, antara  lain TV Garuda, TV Mustika, TV RBN, STVS, Apintie, koran de Wire Tijd, Times of Suirname,  dan Dagblad Suriname. Dengan penyelenggaraan kegiatan Bazar tersebut, diharapkan dapat lebih meningkatkan pemahaman masyarakat setempat mengenai keanekaragaman seni dan budaya Indonesia serta sekaligus mempererat hubungan persahabatan antar masyarakat kedua negara, khususnya di bidang seni dan budaya.
 
 
Paramaribo, 27 April 2014