PROMOSI BUDAYA KBRI PARAMARIBO PADA ACARA “ASIA NITE” 7 JUNI 2014

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

?Pada tanggal 7 Juni 2014 bertempat di de Witte Lotus, KBRI Paramaribo telah mengadakan promosi budaya dan kuliner Indonesia bekerjasama dengan Kedutaan China dan India di Suriname dalam acara “ASIA NITE”. Acara yang dihadiri oleh lebih dari lima ratus orang tersebut di hadiri oleh Wakil Presiden Republik Suriname, beberapa Menteri Pemerintahan Suriname, Duta Besar negara sahabat, kalangan diplomatik dan organisasi internasional serta masyarakat Suriname keturunan Jawa, India dan China. Selain itu, acara dimaksud juga diliput oleh wartawan media massa cetak dan elektronik serta disiarkan secara langsung oleh beberapa televisi lokal Suriname.
 
Dalam sambutan pembukaannya, Duta Besar RI menyampaikan bahwa budaya merupakan salah satu alat komunikasi yang paling efektif untuk memperkuat pemahaman dan saling pengertian, sehingga meningkatkan rasa saling menghargai dan menghormati antar negara dan bangsa. ASIA NITE adalah salah satu bentuk kerjasama budaya ketiga negara di benua Asia yang memiliki perwakilan di Suriname yaitu China, India dan Indonesia. Dubes RI juga menambahkan bahwa tujuan diadakannya ASIA NITE adalah untuk memberikan gambaran lebih jelas kepada masyarakat Suriname mengenai budaya ketiga negara di benua Asia, dimana nenek moyang masyarakat Suriname berasal yaitu Jawa (Indonesia), India dan China.

Wakil Presiden Suriname menyambut baik inisiatif diadakannya pentas budaya yang melibatkan beberapa negara yang memiliki perwakilan di Suriname. Wapres juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini harus senantiasa di dukung oleh Pemerintah Suriname dengan harapan ke depannya kegiatan serupa juga akan diadakan bukan hanya oleh tiga negara, tetapi oleh semua negara yang memiliki perwakilan diplomatik di Suriname.

Pada kegiatan tersebut, KBRI Paramaribo menampilkan lima buah tarian yaitu, Indonesia Jaya (GSP Production), Tari Pendet (Bali), Tari Kolintung (Kalimantan Barat), Tari Nandak (DKI Jakarta), dan Zamrud Khatulistiwa (GSP Production). Kelima tarian tersebut melibatkan tiga puluh penari murid Sanggar Tari KBRI Paramaribo yang semuanya merupakan warga negara Suriname.

Selain menampilkan tarian, KBRI Paramaribo juga menampilkan makanan khas Indonesia seperti sate ayam, bolu kukus, kue nastar, tahu isi dan es buah. Sementara untuk kerajinan khas Indonesia, KBRI menampilkan tas batik, taplak meja, sprei dan sarung bantal batik, serta aksesories dari manik-manik berupa kalung, gelang, dan kerajinan tangan khas Indonesia.

Penampilan murid-murid Sanggar Tari KBRI Paramaribo dalam pentas budaya kolaborasi antara Kedutaan China, India dan Indonesia tersebut adalah yang kedua kalinya setelah yang pertama diadakan tahun 2012. Semua tarian yang ditampilkan oleh KBRI Paramaribo memukau dan menyita perrhatian para penonton yang memadati auditorium de Witte Lotus pada malam itu.

Dengan kualitas tarian dan penari Sanggar Tari KBRI Paramaribo, menjadikan Sanggar Tari KBRI Paramaribo yang terbaik diantara sekolah tari yang dimiliki oleh Kedutaan asing maupun lembaga pendidikan tari di Suriname. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya permintaan sumbangan tarian kepada Sanggar Tari KBRI Paramaribo oleh beberapa organisasi internasional seperti Lions Club, Carifesta, dan Rotary Club untuk memeriahkan acara-acara mereka di hotel-hotel ternama di Suriname.

Keberhasilan dan kualitas tarian dan penari Sanggar Tari KBRI Paramaribo tidak lepas dari peran guru tari KBRI Paramaribo, Ni Luh Made Agustini, sarjana ISI yang berasal dari Bali, lahir dan besar di Yogyakarta serta merupakan mantan penari GSP Production dibawah bimbingan Guruh Soekarno Putra.

Sumber: KBRI Paramaribo