PENYERAHAN HASIL SUMBANGAN BAZAR AMAL 2014 DAN PROMOSI INDONESIA DI SURINAME

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Bazar Amal yang telah diselenggarakan pada 27 April lalu oleh KBRI Paramaribo bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan KBRI Paramaribo, untuk kesekian kalinya  berakhir dengan sukses.  Tahun ini luas area stan Bazar telah bertambah meliputi  keseluruhan halaman KBRI (sisi jalan Van Brussellaan dan sisi jalan Dario Saveedralaan). Begitu juga dengan jumlah peserta bazar,  jumlah  donor/sponsor  serta  pertambahan  perolehan  Bazar  serta  jumlah Yayasan yang menerima  sumbangan bertambah  pula. Sejak tahun 2005, Bazar Amal telah menjadi salah satu kegiatan utama Dharma Wanita Persatuan/DWP KBRI Paramaribo dan telah menjadi  salah satu agenda kegiatan sosial budaya  tahunan yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat Paramaribo dan sekitarnya.


Penyerahan Sumbangan dari hasil perolehan Bazar Amal 2014 tersebut dilaksanakan pada tanggal 17 Mei 2014 bersamaan waktunya dengan acara Pertemuan Anggota/Bulanan  DWP Paramaribo.  Acara Penyerahan pada hari itu menjadi sangat spesial mengingat  acara tersebut  juga dihadiri oleh First Lady Suriname, Mme. Ingrid Bouterse-Waldring yang hadir untuk mewakili salah satu Yayasan yang diasuhnya, menerima sebagian sumbangan Bazar Amal. 

 

Momentum kehadiran First Lady Suriname tersebut telah dimanfaatkan DWP Paramaribo selaku pelaksana kegiatan amal dimaksud untuk sekaligus melakukan promosi Indonesia. Sebelum acara Penyerahan Sumbangan dilakukan,  First Lady berkesempatan mengikuti   acara Pertemuan Anggota  DWP dengan maksud agar beliau dapat mengenal  secara langsung dan  lebih dekat mengenai  organisasi DWP serta  kegiatan-kegiatannya.  Promosi  budaya  juga disisipkan  yang dilakukan pada jeda waktu antara acara Pertemuan Anggota dan Penyerahan Sumbangan dengan  menampilkan Tari Kulintung  dari Kalimantan Barat.  Tarian tersebut merupakan salah satu tarian yang dipelajari oleh salah seorang murid sanggar tari KBRI Paramaribo, sdri Xenobia Wongsodikromo, peserta  Beasiswa Seni Budaya Indonesia (BSBI) tahun 2013. Tentu saja  dengan maksud promosi Indonesia  pula, sinopsis  serta  penari Kulintung yang  ditampilkan oleh peserta beasiswa BSBI  tersebut diperkenalkan kepada First Lady dan para hadirin, yang mendapat sambutan tepuk tangan yang meriah.


Duta Besar Nur Syahrir Rahardjo  selaku Penasihat  DWP Paramaribo dalam sambutannya secara khusus menyampaikan  terima kasih kepada seluruh  panitia  atas  hasil kerja dan perolehan  dana amal  yang  terkumpul  yang meningkat setiap  tahunnya.  Dubes Rahardjo selanjutnya berharap  kiranya kegiatan  sosial-budaya yang dilakukan dalam rangkaian Bazar Amal ini  dapat memberikan  sumbangsih  bagi peningkatan  hubungan Indonesia-Suriname  semakin baik dan erat.   Sementara  itu Ketua DWP, Ny. Retnani Rahardjo dalam sambutannya menyampaikan bahwa Bazar Amal merupakan  salah  satu kegiatan  DWP yang bertujuan untuk menggalang dana guna  disalurkan kepada Yayasan Sosial yang membutuhkan di Suriname dan Indonesia.


Ibu Negara Suriname dalam pidato balasannya menyampaikan bahwa beliau telah membatalkan rencana perjalanan tugas sosialnya ke pedalaman untuk memenuhi undangan acara penyerahan sumbangan ini.  Hal tersebut dilakukan karena beliau mengetahui bahwa rangkaian  kegiatan Bazar Amal 2014 ini merupakan  event Bazar  terakhir yang diadakan dalam periode penugasan Dubes Rahardjo dan Ny. Retnani Rahardjo di Suriname. Ibu Negara juga menyampaikan bahwa kehadiran beliau juga  mencerminkan  perhatiannya  terhadap  hubungan dan kerjasama yang  telah terjalin  baik   antara  Indonesia dan Suriname. 


Keseluruhan dana yang terkumpul dari penyelenggaraan Bazar tersebut berjumlah SRD 22.521,95 (sekitar USD 7.000).  Sebagian  dari  dana tersebut  sekitar  SRD  15.750 disalurkan kepada  7 Yayasan di Suriname yang  menangani  anak-anak cacat ganda, anak terlantar, panti asuhan,  anak-anak penderita HIV, Sekolah/Pendidikan Anak Cacat, Panti Jompo  serta  satu Yayasan dibawah asuhan Ibu Negara Suriname  (yaitu: Loetjeshuis, Huize Tyltyl, Het Parelhuis, Bejaardentehuis, Myttyl School,  Huizen Siembah, Paramaribo Zoo). Dana amal juga disalurkan kepada dua orang individu yaitu  Mvr. Sterling  yang  menjadi  tuna wisma  akibat rumahnya terbakar  dan Mvr.  Padmadebi  Mohon, pasien  penyakit kronis tak mampu.    Yayasan Stichting 1 voor 12 yang mengupayakan bantuan untuk kedua individu tersebut  melalui pembuatan dokumentasi/liputan kondisi  sosial-ekonomi  mereka, juga telah mendapatkan bagian sumbangan dari dana amal Bazar Amal 2014. Sementara itu, sisa dana sejumlah SRD 6771,95 (sekitar USD 2.000) akan disalurkan kepada  Yayasan/Panti Sosial di Indonesia melalui koordinasi dengan DWP Kementerian Luar Negeri.


Tidak mustahil acara Penyerahan Sumbangan Bazar Amal 2014 inipun tidak luput untuk dimanfaatkan dan dikemas oleh KBRI dan DWP Paramaribo untuk mempromosikan Indonesia kepada masyarakat Suriname.  Acara diliput oleh media elekronik dan cetak Suriname termasuk Stasiun TV Pemerintah/STVS, TV Swasta MUSTIKA,  TV Garuda,  TV Pertjajah,  TV Apintie,  serta media cetak de Ware Tijd dan Times of Suriname.

Paramaribo, 20 Mei 2014
DWP KBRI Paramaribo