KBRI Paramaribo Ramaikan Pameran Dagang dan Industri Tahunan Jaarbeurs 2013

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Dalam rangka meningkatkan upaya promosi ekonomi, perdagangan dan pariwisata Indonesia di Suriname, KBRI Paramaribo telah berpartisipasi pada Pameran Dagang dan Industri Tahunan Jaarbeurs 2013 di KKF Trade Fair Complex (Kadin Suriname), Paramaribo, Suriname, pada tanggal 28 November s/d 4 Desember 2013. Pameran Jaarbeurs 2013 yang diselenggarakan oleh Kantor Dagang dan Industri (Kadin) Suriname tersebut, dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden Suriname, Robert Ameerali, yang didampingi oleh Ketua Kadin Suriname, Henk Naarendorp.

 

Dalam pameran Jaarbeurs yang ke-16 kalinya tersebut, telah diikuti sebanyak 150 perusahaan yang menempati lebih dari 600 stand pameran, dengan menampilkan berbagai produk jasa, industri, otomotif, food processing, konstruksi, alat rumah tangga, ICT dsb. Tercatat lebih dari 10.000 pengunjung setiap harinya telah menghadiri pameran dimaksud.

 

Selain peserta dalam negeri, juga terdapat beberapa perusahaan asing yang turut berpartisipasi dalam pameran Jaarbeurs 2013, yakni Guyana, French Guyana dan Indonesia. Dalam kaitan ini, KBRI Paramaribo merupakan satu-satunya perwakilan asing di Suriname yang turut berpartisipasi pada kegiatan Jaarbeurs 2013. Disamping KBRI Paramaribo, partisipasi Indonesia dalam Pameran Jaarbeurs juga didukung oleh kehadiran satu perusahaan Indonesia dari Jakarta, yakni CV Lucy Collection, yang menampilkan berbagai produk kerajinan dan pakaian tradisonal khas Indonesia.

 

Dalam kegiatan Jaarbeurs 2013, KBRI Paramaribo telah membuka stand yang mempomosikan berbagai produk ekspor Indonesia, berupa kerajinan dan asesoris tradisional, berbagai sample produk manufaktur seperti bahan bangunan, serta penyediaan berbagai brosur, buku dan informasi mengenai prodduk industri dan pariwisata Indonesia.

 

Dekorasi Stand Indonesia yang dihiasi dalam nuansa Bali telah mendapatkan apresiasi para pengunjung. Dalam kaitan ini, banyak pengunjung telah menyampaikan minatnya untuk menjajaki kerjasama perdagangan dengan pengusaha Indonesia serta adanya keinginan dari mereka untuk melakukan kunjungan wisata ke berbagai tempat tujuan wisata di Indonesia.

 

Secara umum, masih terbuka peluang yang cukup luas bagi pemasaran produk Indonesia. Hal ini mengingat Suriname yang berpenduduk 530.000 jiwa dan memiliki GNP perkapita USD 9.500,00 tersebut memiliki ketergantungan yang tinggi atas produk impor (95%) dan keterbatasan kapasitas untuk memproduksi sendiri.

 

Dalam kaitan ini, produk alat rumah tangga, manufaktur/mesin, consumer goods, food processing, dan tekstil merupakan produk yang memiliki prospk cerah untuk dipasarkan ke Suriname dan negara-negara di kawasan Karibia yang berpenduduk total 14 juta jiwa. (Sumber : KBRI Paramaribo)