Selebgram Panama dukung promosi pariwisata Indonesia

​Sheldry Saez, Miss Panama 2011, bersama Diego de Obaldia, travel writer dan komedian dari Panama serta Raquel Martinez, model dan travel blogger dari Panama, melakukan kunjungan ke Bali, Yogyakarta dan Jakarta, dalam sebuah program untuk mendorong promosi pariwisata Indonesia di Panama.

Ketiga selebgram Panama tersebut tiba di Indonesia melalui Bandara Ngurah Rai pada tanggal 17 Mei 2017 dan kembali ke Panama melalui Bandara Soekarno Hatta pada tanggal 24 Mei 2017. "Secara geografis Indonesia dan Panama memiliki kesamaan sebagai posisi crossing-road. Panama menghubungkan Atlantik-Pasifik dengan kanalnya, dan menghubungkan Amerika Utara-Amerika Selatan dengan isthmus amerika tengah; Indonesia dengan sekitar 17000 pulau dan ratusan gunung berapi menghubungkan Samudera Pasifik dengan Samudera Hindia, dan menghubungkan dua benua Asia dan Australia, dengan demikian banyak sekali daya tarik yang ditawarkan, tentu sangat sulit untuk memperlihatkan itu semua dalam waktu kurang dari 10 hari." ungkap Budhy Santoso, Duta Besar RI untuk Panama, sebelum ketiga selebgram ini bertolak menuju Indonesia. Program kunjungan dibuat padat agar sekomprehensif mungkin untuk mempromosikan daya tarik wisata alam, wisata budaya, wisata belanja dan wisata kuliner di Indonesia. Dengan mempertimbangkan latar belakang para selebgram, program ini juga dimanfaatkan untuk mempromosikan industri spa dan perawatan tubuh khas Indonesia yang didukung penuh oleh Mustika Ratu Indonesia.

Raquel Martinez merasa sangat terkesan saat tiba di Bali dengan melihat nuansa yang sangat berbeda dengan kawasan amerika latin pada umumnya. "Ini akan jadi petualangan terbaik saya tahun ini" ungkapnya dalam akun instagramnya. Selain keindahan alam dan budaya di Bali, ketiga selebgram dari Panama juga berwisata kuliner dengan mencoba masakan khas Bali di Bebek Tepi Sawah Ubud. Rombongan disambut dan dijamu langsung oleh Bapak I Nyoman Sumerta selaku pemilik brand restoran lokal Bali tersebut yang sengaja hadir untuk menjelaskan berbagai kuliner dan budaya Bali secara langsung.

Yogyakarta sebagai destinasi wisata kedua yang dikunjungi juga memberikan kesan tersendiri bagi para peserta program kunjungan. "Sejarah, budaya, dan keramahan orang-orang Indonesia tidak berhenti memukau saya, kalian harus datang sendiri untuk melihatnya" tulis Diego de Obaldia meyakinkan para follower-nya. Atas dukungan pihak Keraton Yogyakarta, Miss Panama 2011 juga berkesempatan untuk secara khusus berbusana tradisional jawa dan berfoto di area Keraton. Candi Borobudur dan Prambanan jelas menjadi salah satu destinasi wajib yang dikunjungi oleh para selebgram tersebut. Liputan langsung dan postingan mereka telah mengundang ketertarikan viewers yang cukup signifikan. Postingan mereka bahkan sempat bertengger di posisi teratas untuk #prambanan.  

Sebagai Ibukota Indonesia, Jakarta menawarkan nuansa yang sangat jauh berbeda dengan Istana Merdeka dan Monumen Nasional. Suasana metropolitan kota Jakarta yang sangat padat begitu terasa. "Program ini melebihi ekspektasi saya yang berkesempatan untuk melihat keindahan alam, pesona budaya, sejarah yang begitu menarik dan Jakarta yang LEBIH memperlihatkan nuansa modern sehingga menjadi daya tarik lain yang sangat berbeda. Saya bisa melihat dengan jelas keberagaman di Indonesia." ungkap Miss Panama 2011 dalam wawancara dengan Kemlu TV. "Saya yakin akan banyak orang Panama yang berkeinginan untuk datang ke Indonesia" tambahnya.

Kenyataan bahwa Indonesia berada di seberang Samudera Pasifik, samudera terbesar di dunia dan Panama di seberang yang lain, menjadi kendala jarak yang jauh dalam melakukan promosi pariwisata yang efektif dan terukur. Kendala ini tentunya berimbas pada banyak hal bagi calon wisatawan, dari mulai harga tiket yang tinggi hingga waktu perjalanan yang sangat panjang menuju Indonesia. "Inilah tantangan yang sebenarnya, kita berusaha menyakinkan publik Panama dan pasar wisatawan di kawasan bahwa penerbangan yang panjang itu sangat setimpal dengan melihat dunia yang lain, apa yang ditawarkan oleh pariwisata Indonesia" ungkap Budhy Santoso, Duta Besar RI untuk Panama. "Selain itu, masyarakat Indonesia dan Panama jelas sekali belum saling mengenal sehingga kita butuh pendekatan yang berbeda" imbuhnya. Pemikiran inilah yang melatarbelakangi program kunjungan selebgram Panama tersebut untuk juga dapat dipertemukan dengan rekan seprofesi mereka di Indonesia untuk dapat bertukar pengalaman dan pandangan mengenai kedua negara.  

Sebagai komedian Panama, Diego de Obaldia dipertemukan dengan Pandji Pragiwaksono yang juga komedian muda di Indonesia. Diego mengatakan bahwa diskusinya dengan Pandji merupakan sesuatu yang memperkuat perpektifnya terhadap Indonesia. "Kita orang Indonesia dan Panama ternyata banyak kesamaannya tapi juga beda banget" ungkap Pandji Pragiwaksono. Dalam konteks yang sama, Sheldry Saez dan Rake Martinez juga berkesempatan untuk bertemu dengan Putri Pariwisata Indonesia 2017 atas dukungan Mustika Ratu yang memberikan kesempatan bagi para selebgram untuk mencoba perawatan tubuh khas Indonesia di setiap kota yang dikunjungi untuk memberikan Indonesia's experience secara utuh.

Interaksi seperti inilah yang kami harapkan akan menjadi pendekatan, modalitas dan terobosan dalam meningkatkan people to people contact antara Indonesia dan Panama yang dipandang masih belum cukup tinggi. KBRI Panama City berharap bahwa ketiga selebgram ini akan menjadi bridge builder antara Panama dan Indonesia serta meningkatkan awareness dan ketertarikan masyarakat Panama dan kawasan sekitarnya akan keindahan serta keberagaman Indonesia sebagai destinasi pariwisata.

Ketiga selebgram ini juga akan berpartisipasi dalam upaya promosi pariwisata Indonesia dengan hadir di booth Indonesia pada ajang Expo Turismo yang akan diadakan di Panama City pada tanggal 26-27 Mei 2017. Pada kesempatan ini, mereka akan berbagi berinteraksi secara langsung dengan para pengunjung pameran serta follower mereka mengenai pengalaman mereka mengunjungi Indonesia. (KBRI Panama)