Pertama dalam 60 tahun, Pelajar dari Panama terpilih Ikut Program AFS ke Indonesia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

?Lisbeth del Carmen Ortega Agrazal, 18 tahun, siswa Panama yang terpilih bersama 26    siswa mancanegara akan berada di Indonesia selama setahun dalam rangka American Field Service (AFS) Intercultural Programs. Lisbeth yang begitu antusias mengenal Indonesia sangat gembira ketika tiba-tiba menerima undangan acara Buka Puasa dan Solat Tarawih di Wisma Indonesia, 14 Juli 2013. 

Bersama Priscila Palma, Program Director AFS Intercultural Programs-Panama, Lisbeth mencicipi seluruh aneka hidangan berbuka puasa khas Indonesia, termasuk rendang dan asam padeh yang pedas. Tidak sebagaimana masyarakat Panama umumnya, Lisbeth menyatakan menyukai rasa pedas sehingga ia berharap keberadaannya di Indonesia tidak akan mengalami masalah dalam hal makanan. Dalam suasana yang akrab, Lisbeth tidak segan-segan bertanya berbagai hal yang disaksikannya di Wisma Indonesia termasuk mengenai Solat Tarawih yang dipimpin oleh Ustadz Molana Zakariya, warganegara Pakistan.

Lisbeth yang sudah tidak sabar menunggu waktu keberangkatannya ke Indonesia tanggal 21 Agustus 2013, telah mengetahui adanya keanekaragaman budaya di Indonesia dan mulai mempelajari Bahasa Indonesia, selain melalui internet ia menyatakan juga akan lebih sering menghubungi warganegara Indonesia yang jumlahnya relatif sedikit di Panama namun sebagian besar telah dikenalnya pada acara Buka Puasa tersebut.

Meskipun saat ini sedang mengikuti pendidikan tahun pertamanya di Universidad de Panama, namun demi pengalaman yang dinilainya akan sangat berharga, Lisbeth rela meninggalkan kuliahnya untuk mengikuti pendidikan di Sekolah Menengah Atas/SMA Plus Pembangunan Jaya di Jakarta.  Sesuai keputusan hasil kerjasama AFS-Panama dan Bina Antarbudaya-Indonesia, Lisbeth akan ditempatkan pada keluarga Indonesia di Bintaro dan ia menyambut baik keputusan tersebut karena calon “orang tua Indonesia”nya memiliki anak seusianya.

Priscila Palma yang merupakan peserta program AFS-Panama ke Australia beberapa tahun yang lalu menegaskan bahwa  keikutsertaan Lisbeth dalam pertukaran program budaya dari Panama ke Indonesia adalah yang pertama meskipun AFS Intercultural Programs-Panama yang disponsori UNESCO telah berjalan selama hampir 60 tahun.  Sampai saat ini AFS-Panama telah mengirimkan lebih dari 1200 siswa dan telah menerima ribuan siswa dari seluruh dunia. 

Kegembiraan Lisbeth semakin bertambah ketika memperoleh baju batik yang cocok dikenakan di Panama maupun di Jakarta yang cuacanya tidak berbeda dengan Panama City.  Dengan bergaya Indonesia Lisbeth mengirimkan fotonya berbaju batik. (Sumber : KBRI Panama City)