Perkuat kerjasama Indonesia – Panama melalui Tenun Ikat dan Sasando

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

?KBRI Panama City perkuat ikatan hubungan kerjasama dengan Panama melalui presentasi budaya Tenun Ikat oleh Alfonsa Horeng dan Musik Sasando oleh Yakob Bullan serta kuliner Indonesia di tiga Propinsi: Los Santos, Panama City dan Colon, yanag dilaksanakan pada 22 – 28 Mei 2013.

Dalam sambutannya, Dubes RI Dwi Ayu Arimami menyampaikan bahwa presentasi budaya ini merupakan salah satu cara efektif untuk memperkenalkan kekayaan serta keanekaragaman budaya Indonesia di Panama serta berharap akan dapat menyadarkan masyarakat internasional, termasuk Panama mengenai arti pentingnya melestarikan warisan budaya leluhur seperti Tenun Ikat dan Musik Sasando yang dikahawatirkan akan punah.

Terbatasnya jumlah WNI di Panama tidak menghalangi maksud Alfonsa Horeng untuk mengedukasi dan memamerkan karya seni penuh filosofi Tenun Ikat Flores diantaranya melalui Fashion Show, melibatkan masyarakat Panama yang begitu antusias secara sukarela memperagakan busana Tenun Ikat diiringi indahnya alunan musik Sasando. Acara yang dikemas dengan singkat namun padat tersebut diawali dengan pemutaran video Indonesia: The Country of a Thousand Faces dan memperoleh perhatian luar biasa dari berbagai kalangan pejabat pemerintah, pengusaha, akademisi, mahasiswa, para pencinta seni serta media massa Panama. Beberapa kesempatan untuk tampil kembali di Panama ditawarkan dalam rangka Cultural Interchange Indonesia – Panama.

Profesor jurusan Musik Universitas Panama di Las Tablas, Ibukota Los Santos,  Sr. Angel Sanguillen mengungkapkan kegembiraannya atas kehadiran kedua artis Indonesia tersebut dan memberitahukan bahwa pada tahun 2012 Panama juga telah mengirim vocal group dan musik tradisional Panama ke Jakarta. Rektor Universitas Seni Ganexa, Sr. Ricaurte Robles yang sangat terkesan dengan musik Sasando Yakob Bullan menyampaikan bahwa terinspirasi dengan Batik Workshop yang diselenggarakan KBRI Panama City di Universitas Seni Ganexa bulan September 2012 dan setelah menyaksikan presentasi Tenun Ikat, ia merencanakan kunjungan ke Indonesia pada bulan Nopember 2013 atau Pebruari 2014 untuk memperkenalkan kerajinan “Mola”, yaitu kain khas suku asli Kunas Indian di Panama.  Disamping itu pada bulan Oktober 2013 Universitas Ganexa akan mengikuti kegiatan tahunan Panama Fashion Week, menampilkan antara lain busana Batik dan Tenun Ikat yang akan disumbangkan oleh KBRI Panama City.  Presiden Camara de Commercio Colon, Sr. Anacleto Ceballos S dan Sekretaris Jenderal Zona Libre de Colon, Sr. Miguel Angel Herrera menyambut baik sekiranya KBRI Panama City akan mempresentasikan Tenun Ikat di hadapan para pengusaha tekstil di Colon Free Zone.

Kegiatan presentasi budaya Tenun Ikat oleh Alfonsa Horeng dan Musik Sasando oleh Yakob Bullan telah disiarkan oleh Radio Mensabe Las Tablas dan Radio Hola Panama Chitre propinsi Los santos, Sabtu 25 Mei 2013, dimuat oleh Surat Kabar terkemuka di Panama La Estrella Jumat, 24 Mei 2013 dan La Prensa, 28 Mei 2013 serta akan ditayangkan oleh televisi swasta Telemetro dan NexTV stasiun televisi milik Presiden Republik Panama, Ricardo Martinelli yang diresmikan Oktober 2012. (Sumber : KBRI Panama City)