Kunjungan ke Terusan Panama di Propinsi Colon

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Atas undangan Kapten Eric Viluce Bristan, pejabat Autoridad del Canal de Panamá, keluarga besar KBRI Panama City pada tanggal 22 Desember 2012 memperoleh kesempatan mengunjungi secara cuma-cuma Gatún Locks, Canal de Panamá, dan Centro de Observación de la Ampliación del Canal – Atlántico (Pusat Observasi Perluasan Terusan – Atlantik) di Propinsi Colón, 79 km dari Panama City.

Gatún Locks, merupakan salah satu pintu gerbang air yang mengatur arus lalu lintas kapal-kapal yang melintasi terusan Panama, selain Pedro Miguel Locks dan Miraflores Locks.

Sejarah terusan Panama merupakan kisah keberhasilan manusia sejak awal abad ke-16 ketika bangsa Spanyol tiba di Isthmus, sebuah daratan genting yang berada di antara dua Samudra, Pasifik dan Atlantik. Pembangunan jalan pintas terusan Panama yang dimulai oleh bangsa Perancis pada tahun 1880 merupakan gagasan menyingkat waktu dan biaya perjalanan laut yang memotong Amerika Utara dan Amerika Selatan. Setelah Panama merdeka atas bantuan Amerika Serikat dan memisahkan diri dari Colombia pada tahun 1903, Amerika Serikat mengambil alih pembangunan terusan dari pemerintah Perancis yang mengalami kesulitan pembiayaan dan serangan wabah penyakit para pekerja. Terusan Panama resmi digunakan pada 15 Agustus 1914. Terhitung 31 Desember 1999, sesuai perjanjian, pemerintah Panama kemudian memiliki wewenang penuh pengelolaan terusan yang kini sedang dalam proses perluasan hingga selesai tahun 2014.

Pada saat kunjungan di Gatún Locks disaksikan bagaimana sistem buka tutup gerbang air beroperasi sebagai lift yang mengangkat kapal dari batas permukaan air laut ke batas permukaan air tawar danau buatan/Gatún Lake yang lebih tinggi 26 meter yang memungkinkan penyebrangan di benua yang terbelah tersebut dan kemudian menurunkannya kembali pada batas permukaan laut lainnya. Dua kapal peti kemas dari Korea Selatan (Grand Phoenix) dan Cina-Taiwan (MSC Poh Lin) yang saat itu berturut-turut sedang menyebrangi terusan Panama memperlihatkan dengan jelas cara Locks bekerja membawa kapal besar dari lautan Pasifik menuju laut Karibia. Dalam rangka mengurangi pembayaran pajak, kedua kapal peti kemas tersebut menggunakan bendera Panama pada saat melalui terusan. Grand Phoenix yang mengangkut peti kemas berisi mobil dikenakan biaya sebesar US$ 170 ribu dan MSC Poh Lin yang lebih besar, mengangkut peti kemas berisi makanan dan minuman dikenakan biaya sebesar US$ 378 ribu. Jumlah kapal besar yang melalui Gatún Locks rata-rata mencapai 40 – 50 kapal setiap hari.

Dalam kunjungan ke Centro de Observación de la Ampliación del Canal – Atlántic, selain dapat disaksikan dari dekat pembangunan perluasan terusan dan menikmati pemandangan Danau Gatún serta hutan lindung San Lorenzo, disajikan pula pemutaran video berdurasi 7 menit mengenai sejarah pembangunan Panama Canal. Sebagai pusat logistik dan transportasi penting di seluruh Amerika, perluasan sepanjang 427 meter dan lebar 55 meter atau empat kali luasnya lapangan bola, terusan Panama merupakan kebanggaan bangsa Panama. Di masa yang akan datang terusan Panama akan berperan lebih besar sebagai penghubung pasar perdagangan dunia yang sekaligus mampu membantu mengurangi dampak perubahan iklim, karena kapal-kapal besar yang melalui terusan Panama dapat mengurani emisi global CO2 dibandingkan bila harus melalui rute lain yang lebih jauh dan lebih lama.

Atas nama rombongan (28 orang), Duta Besar RI Dwi Ayu Arimami mengucapkan terimakasih atas diberikannya kesempatan yang sangat berharga tersebut serta melalui guide profesional masing-masing menyampaikan plakat untuk pimpinan Gatún Locks dan Centro de Observación de la Ampliación del Canal – Atlántic. Pihak Autoridad del Canal de Panamá yang menyambut baik kunjungan keluarga besar KBRI menyatakan kegembiraannya dapat memperkenalkan proyek perluasan terusan Panama yang memang sedang disosialisasikan ke seluruh dunia. (Sumber : KBRI Panama City)