Akhirnya ABK Indonesia Peroleh Gaji Mereka

Setelah menanti selama hampir dua tahun, enam Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia yang tidak dibayarkan gajinya selama bekerja di Kapal bermasalah MT Bestella berbendera Liberia di pelabuhan Vacamonte, Panama, pada bulan Maret 2014 akhirnya memperoleh hak mereka berupa gaji yang belum dibayar oleh Mr. Eddie Loy, pemilik kapal warganegara Singapura.  

Berkat koordinasi KBRI Panama City dengan agen Inchcape Shipping Service di Panama, Departemen Ketenagakerjaan Otoritas Maritim Panama, Kementerian Luar Negeri Panama serta Kantor Pengacara Arrocha & Associates di Panama, secara bertahap enam ABK Indonesia telah dipulangkan ke Indonesia guna menghindari kehidupan yang memprihatinkan di atas kapal yang sangat tidak layak tersebut.

Pemantauan terus-menerus KBRI Panama City terhadap proses persidangan kasus tuntutan gaji ABK Indonesia serta kegigihan dalam mendesak Kantor Pengacara Arrocha & Associates telah membuahkan hasil sehingga pada tanggal 21 Maret 2014, Maria Eugenia Castañeda dari Kantor Pengacara Arrocha & Associates menyampaikan check atas nama Zulfan Effendi, BPKRT KBRI Panama City, sejumlah $ 10,577.33 (sepuluh ribu lima ratus tujuh puluh tujuh dollar AS tiga puluh tiga sen). Melalui SMS dan atau telpon, para ABK atau keluarga yang mewakili, yaitu Marlitje Palele (Istri almarhum kapten Jantje Palele), Eliati (Istri John Edwar Maramis), Hengky Frangky Luntungan, Suhata, Effendi Nasution dan Andro Makaudis, memberitahukan bahwa transfer uang telah diterima sesuai bagian masing-masing dan menyampaikan terimakasih kepada KBRI Panama City.

Pada saat menyerahkan check kepada Duta Besar, Maria Eugenia Castañeda menyampaikan permohonan maaf atas lamanya proses pemenuhan tuntutan para ABK tersebut mengingat alotnya persidangan serta telah meninggalnya salah seorang pengacara Arrocha & Associates yang menjadi mitra kerjanya dalam menangani kasus ABK Indonesia tersebut (sumber : KBRI Panama City)