Promosi Pariwisata dan Budaya Indonesia pada Pameran Pariwisata terbesar Amerika Utara, “Salon International Tourism Voyage” di Montreal

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

KBRI Ottawa berpartisipasi dalam kegiatan bertajuk Salon International Tourism Voyages  yang berlangsung pada 21-23 Oktober 2011 di Montreal, Kanada. Ajang ini merupakan salah satu pameran pariwisata internasional terbesar di Amerika Utara yang diselenggarakan secara tahunan di kota Montreal, Kanada.
 
Dalam pameran tersebut, terdapat lebih dari 100 negara yang turut berpartisipasi dari seluruh penjuru dunia. Di kawasan Asia Tenggara, selain Indonesia juga ada booth dari Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Negara-negara Asia yang ikut meramaikan,  antara lain adalah Jepang, Korea Selatan, China, India dan Nepal.
 
Untuk menambah pengenalan terhadap budaya negara-negara peserta, disediakan panggung kesenian. Pada kesempatan ini, KBRI Ottawa yang didukung masyarakat Indonesia Ottawa dan Montreal menampilkan Tari Jaipongan, Tari Saman, Tari Yapong dan Gamelan Jawa. Penampilan kesenian Indonesia tersebut dihadiri oleh Duta Besar RI.
 
Pameran ini juga menyediakan berbagai hal yang berkaitan dengan pariwisata. Pengunjung diberi kesempatan untuk mencicipi kuliner khas beberapa negara, berbelanja kelengkapan pariwisata, seperti koper, baju renang dan asesorisnya, termasuk penyediaan jasa asuransi, perjalanan, perlindungan konsumen, dan imigrasi. Pameran ini bukan hanya sekedar ajang promosi dagang, investasi dan services (jasa), melainkan juga sosialisasi dan informasi menyeluruh bagi peminat pariwisata.
 
Pameran yang sudah menginjak usia 23 tahun ini merupakan sarana bagi seluruh pihak yang berkepentingan dalam industri jasa pariwisata untuk mengembangan potensi bisnis dan jaringannya. Lebih dari 200 institusi berpartisipasi dalam pameran yang dikunjungi lebih dari 40.000 pengunjung setiap tahunnya.
 
Potensi inilah yang mendorong KBRI Ottawa untuk turut berperan serta sebagai bentuk Diplomasi Ekonomi dalam merealisasikan MP3EI (Master Plan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi di Indonesia), guna secara terus menerus memperkenalkan perdagangan, pariwisata dengan budaya Indonesia yang beragam, investasi dan jasa (TTIS), serta sebagai bentuk fungsi promoting, guna menambah jumlah wisatawan asing Kanada, yang datang dan berwisata ke Indonesia.