Peningkatan Perdagangan dan Investasi ASEAN-Kanada

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada 2 Desember 2011, Indonesia menjadi tuan rumah jamuan santap siang yang dihadiri oleh Tamu Kehormatan Ed Fast (Minister of International Trade dan Minister for the Asia Pacific Gateway Kanada), para Duta Besar Negara-Negara Anggota ASEAN dan Duta Besar Negara-Negara Mitra Wicara ASEAN, serta pejabat Department of Foreign Affairs and International Trade Kanada (Minister Senior Advisor, Director dan Deputy Director of South, Southeast Asia, and Oceania Commercial Relations).

Tujuan diselenggarakan jamuan santap siang ini: 1) meneguhkan 3 prioritas Keketuaan Indonesia di ASEAN dalam kerjasama bidang politik dan keamanan, ekonomi dan sosial budaya; 2) mensosialisasikan hasil KTT ASEAN ke-19 dan Pertemuan Tingkat Tinggi Lainnya di Bali, 13 – 19 November 2011; 3) memperkuat konektivitas antara Negara Anggota ASEAN; 4) memperkuat konektivitas antara Negara Anggota ASEAN dan Negara Mitra Wicara ASEAN; 5) mempererat hubungan bilateral RI-Kanada dan 6) mencari peluang kerja sama ekonomi dan perdagangan dalam kerangka Asia Pacific Gateway and Corridor Initiative.

Dubes RI untuk Kanada, H.E. Dienne H. Moehario, menyatakan bahwa momentum kegiatan ini sangat tepat karena KTT ASEAN ke-19 dan Pertemuan Tingkat Tinggi Lainnya masih segar dalam ingatan. Dubes RI menekankan keberhasilan ASEAN mengadopsi Bali Concord III sebagai wujud kesiapan ASEAN menghadapi tantangan global dengan mengutamakan kerja sama bidang politik keamanan, ekonomi, dan sosial budaya, baik di dalam ASEAN maupun di tingkat global melalui Negara-Negara Mitra Wicara ASEAN. Selain itu, tahun 2012 merupakan tahun yang penting bagi Indonesia, ASEAN, dan Kanada, seiring adanya Peringatan 60 Tahun Hubungan Bilateral Indonesia dan Kanada serta Peringatan 35 Tahun Hubungan ASEAN-Kanada. Berdasarkan kesepakatan 8th ASEAN-Canada Dialogue, Juni 2011, ASEAN dan Kanada akan melaksanakan kegiatan bersama untuk memperingati 35 tahun hubungan baik kedua pihak. Dubes RI mengajak Perwakilan Negara-Negara Anggota ASEAN dan Kanada untuk memanfaatkan momentum ini sebaik-baiknya, demi mempererat hubungan baik antarnegara.

Minister Ed Fast menyatakan bahwa kawasan Asia Pasifik, termasuk ASEAN, merupakan salah satu prioritas utama Pemerintah Kanada. Pentingnya posisi Indonesia di kawasan dapat dilihat dari kunjungan Menteri Ed Fast ke Indonesia, yang merupakan salah satu negara tujuan pertama beliau di kawasan ini. Menteri Ed Fast menyambut baik ditandatanganinya Joint Declaration Kanada dengan negara-negara ASEAN untuk memperdalam hubungan dagang dan investasi. Deklarasi ini merupakan upaya konkrit Kanada untuk memperdalam hubungan dengan kawasan ASEAN, dan Menteri Ed Fast menantikan tahapan selanjutnya dari kesepakatan tersebut.

Dari volume perdagangan Kanada sebesar CAD 13.8 milyar tahun 2010, ASEAN merupakan mitra dagang terbesar ketujuh bagi Kanada. Masih banyak potensi yang bisa dikembangkan, dan ini merupakan komitmen Menteri Ed Fast dalam masa jabatannya. Komitmen ini dilakukan dengan tetap memegang prinsip dalam World Trade Organization (WTO), sebagai lembaga multilateral yang menangani mekanisme perdagangan internasional berbasis aturan. Menteri Ed Fast menekankan bahwa hubungan dagang dan investasi antara Kanada dan ASEAN bukan merupakan zero-sum game, dan perdagangan dilakukan demi mencapai kemakmuran dan kesejahteraan rakyat kedua belah pihak.

Dalam sesi diskusi, Minister Ed Fast menyampaikan kekaguman atas peran Indonesia di APEC dalam mengedepankan integrasi ekonomi antara negara-negara ASEAN. Diharapkan pada masa kepemimpinan Indonesia di APEC tahun 2013, APEC akan mencapai banyak perkembangan signifikan.