The 1st Scientific Conference in Kansai

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada tanggal 11-12 Desember 2010, PPI Koordinator Daerah Kansai (Korda Kansai) bekerjasama dengan KBRI Tokyo, KJRI Osaka, Garuda Indonesia Perwakilan Osaka, Bank Indonesia Perwakilan Tokyo dan Kyoto University telah menyelenggarakan “The 1st Indonesian Scientific Conference in Kansai’, di Kyoto. Konperensi bertemakan Sustainable Future for Human Security ini bertujuan sebagai sarana diskusi mengenai ide, inovasi maupun perkembangan terbaru dari berbagai disiplin ilmu. Konperensi ini juga diharapkan dapat menciptakan network antara para ahli dari Indonesia dan negara lain. Konperensi dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Jepang, Konsul Jenderal RI di Osaka, Dirjen Dikti Prof. Dr. Djoko Santoso, Purek bidang Penelitian dan Inovasi ITB Dr. Wawan Gunawan, Chairman of Sustainable Energy and Environment (SEE) Forum Prof. Susumu Yoshikawa, dan 67 akademisi serta peneliti dari berbagai perguruan tinggi di Jepang, Indonesia, Malaysia, Thailand, Brunei dan Belanda. Pertemuan diawali dengan sambutan dari Ketua Panitia Sdr. Suharman Hamzah dari Kyoto University, Direktur Center for South East Asian Studies (CSEAS) Kyoto University Prof. Kozuke Mizuno, dan Duta Besar RI Muhammad Lutfi. Pada sesi keynote speech, Dubes RI menyampaikan bahwa Indonesia mempunyai berbagai sumber daya alam yang melimpah, dan untuk meningkatkan perkembangan ekonomi maka sumber daya alam ini harus diolah agar memiliki nilai tambah. Selain itu, untuk mendukung kemajuan industri, Indonesia harus memiliki sumber listrik yang mencukupi. Selanjutnya, acara diisi oleh paparan dari Chairman of SEE Forum, wakil dari Ditjen Energi Terbarukan ESDM, Dirjen Dikti, dan Purek bidang Riset dan Inovasi ITB. Dalam berbagai paparan tersebut antara lain ditekankan bahwa energi terbarukan dan energi yang berkesinambungan diperoleh dari pendidikan yang berkualitas. Indonesia pun semakin perlu mengembangkan riset dan inovasi dalam upaya menemukan sumber energi terbarukan. Sebanyak 67 akademisi dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi di 6 negara peserta ini telah menyampaikan karya tulisnya selama konperensi 2 hari tersebut yang terbagi menjadi 6 isu antara lain food, water and energy, environment, sustainable cities and rural in tropical hemisphere countries, advance technology, natural hazard, dan new insights on emerging diseases in developing countries. Pada acara penutupan telah terpilih 9 karya tulis terbaik, termasuk penghargaan khusus bagi peserta dari IPB dan UGM. Di sela-sela konperensi, Dubes RI Tokyo didampingi oleh Konjen RI Osaka dan Atdiknas KBRI Tokyo juga berkesempatan melakukan tatap muka dengan Ketua PPI Jepang dan 8 Ketua Koordinator Daerah (Korda) PPI Jepang. Dubes RI Tokyo dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa keberadaan para mahasiswa Indonesia di Jepang sangat mendukung tugas-tugas yang diemban oleh Perwakilan RI di Jepang. Dalam hal ini diperlukan satu kesatuan suara dalam PPI Jepang, sehingga suara yang disampaikan oleh Perwakilan RI di Jepang kepada satu Korda dapat disebarluaskan kepada seluruh Korda PPI yang ada di Jepang. Lebih lanjut dijelaskan bahwa Perwakilan RI akan mendukung berbagai kegiatan PPI Jepang.