Mahasiswa Indonesia dari Fukui Raih Penghargaan di AS

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Honolulu, Hawaii, USA – Satu lagi mahasiswa Indonesia mendapatkan award tingkat Internasional bidang Laser-Induced Breakdown Spectroscopy (LIBS) for security application. Ali Khumaeni, mahasiswa program master Universitas Fukui Jepang meraih penghargaan dari 6th International Chemical Congress of Pacific Basin Societies (Pacifichem 2010) yang diselenggarakan di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat, 15-20 Desember 2010. Makalah Khumaeni yang berjudul “A Unique Technique for Rapid Analysis of Tiny Amount of Powder Sample Using Transversely Excited Atmospheric CO2 Laser-induced He Gas Plasma at 1 atm” menjadi satu-satunya pemenang di bidang keilmuan kategori security. Di dalam Pacifichem 2010, Juri memilih 43 terbaik dari 2070 makalah kategori mahasiswa yang telah didaftarkan di 13 bidang keilmuan. Selain dipresentasikan di kompetisi poster, makalah ini juga mendapatkan kehormatan untuk dipresentasikan secara oral di depan para ahli bidang LIBS for security application. Makalah ini juga telah diterima untuk dipublikasikan di publikasi Ilmiah Jurnal Internasional Applied Spectroscopy edisi January 2011. Ada 4 kategori yang menjadi titik penilaian oleh para dewan juri yaitu orisinalitas ide (novelty), cara penyajian presentasi, pemahaman secara menyeluruh terhadap riset yang telah dilakukan, dan antusiasme dan semangat dalam membawakan presentasi. Dalam presentasinya, Khumaeni menawarkan sebuah metode baru untuk menganalisis serbuk yang tersedia dalam jumlah sedikit (sekitar 2-5 mg). Serbuk yang sangat sedikit terkadang ditemukan di laboratorium kimia tanpa disertai dengan label (karena hilang dll) sehingga kesulitan untuk membedakan dengan serbuk lain dikarenakan mempunyai kesamaan warna dan ukuran partikelnya. Selain itu, serbuk juga terkadang ditemukan di tempat-tempat yang yang dicurigai menjadi criminal investigation karena keberadaan explosive material. Analisis serbuk yang tersedia dalam jumlah sedikit juga sangat diperlukan di Industri yang menghasilkan serbuk-serbuk yang sangat mahal seperti Industri kosmetik dan obat-obatan. Dalam risetnya, Khumaeni dibantu oleh Zener Sukra Lie, dan beberapa mahasiswa Jepang. Pacifichem 2010 diselenggarakan setiap 5 tahun sekali di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat. Konferensi Pachificem dilaksanakan sejak tahun 1984. Penyelenggara konferensi ini adalah the Canadian Society for Chemistry (CSC), the American Chemical Society (ASC), the Chemical Society of Japan (CSJ), the New Zealand Institute of Chemistry (NZIC), the Royal Australian Institute of Chemistry (RAIC), the Korean Chemical Society (KCS) and the Chinese Chemical Society (CCS). Pada tahun ini, lebih dari 13,000 makalah telah didaftarkan di Konferensi. Sekitar 13,000 peserta dari 69 negara berpartisipasi dalam technical program yang terdiri atas para ilmuwan, peneliti, perusahaan, dan mahasiswa. Konferensi ini terdiri atas 13 bidang keilmuan dengan 43 pemenang yang berhak mendapatkan award yaitu analytical (4 pemenang), Inorganic (4 pemenang), Macromolecular (5 pemenang), Organic (10 pemenang), Physical (4 pemenang), theoretical and computational, Agrochemistry (1 pemenang), Biological Chemistry (3 pemenang), Environmental Chemistry (2 pemenang), Materials and Nanotechnology (6 pemenang), Alternate Energy Technology (1 pemenang), Chemistry Outreach to the Community (1 pemenang), Health technology (1 pemenang), and Security (1 pemenang). “ Saya sangat bersyukur bisa kembali mendapatkan kesempatan menghadiri konferensi Internasional. Selain memperoleh update perkembangan terkini bidang keilmuan kita, menghadiri konferensi Internasional akan menambah jaringan Internasional dan memunculkan serta memperkuat eksistensi kita dalam komunikasi global khususnya yang berkaitan dengan bidang keilmuan kita” kata Khumaeni. “Saya berharap kepada para mahasiswa yang sedang menekuni bidang keilmuan untuk aktif menghadiri kegiatan-kegiatan ilmiah tingkat Internasional sehingga akan menambah semangat dan motivasi dalam belajar dan melakukan riset” pesan Khumaeni. Pemuda yang baru menikah dengan Khusnul Aini ini telah menambah sederetan prestasi Internasional yang telah diraihnya. Sebelumnya, dia mendapatkan penghargaan sebagai best paper kategori postgraduate students dari 6th International Conference on Laser-Induced Breakdown Spectroscopy (LIBS), Memphis, Tennessee, USA pada 13-17 September 2010 dan Young Scientist Award dari International conference on laser probing, Nagoya, Japan pada October 2008. Saat ini, Khumaeni telah mempunyai publikasi ilmiah di beberapa jurnal internasional termasuk applied spectroscopy, spectrochemica acta B, current applied physics, dan physics education. Selain itu, Khumaeni juga telah berpartisipasi dalam beberapa konferensi internasional yang berhubungan dengan bidang laser plasma spektroskopi. “Saya sangat berterima kasih kepada KBRI Tokyo dan KJRI Osaka yang telah memberikan dukungan untuk menghadiri konferensi Internasional”. Khumaeni mulai mendalami ilmu laser spektroskopi di bawah bimbingan Prof. Dr. Wahyu Setiabudi, seorang profesor di Departemen Fisika Universitas Diponegoro, Drs. K. Sofjan Firdausi dan Dr. Koo Hendrik Kurniawan, Kepala Maju Makmur Mandiri Research Center (M3RC) Jakarta Barat dan salah satu peraih penghargaan “Excellent Researchers from Southeast Asia” yang dikeluarkan oleh SEA-EU-NET pada tahun 2009. Di bawah bimbingan Prof. Dr Kiichiro Kagawa dan Prof. Dr Hideaki Niki, saat ini Khumaeni sedang menempuh studi program master di Universitas Fukui Jepang. LIBS saat ini menjadi teknologi alternatif masa depan untuk analisis material semua fase baik padat, cair, maupun gas. Teknologi ini akan sejajar menjadi ‘super star’ dengan metode-metode analisis populer yang lain seperti electrothermal atomization-atomic absorption spectrometry (ETA-AAS), inductively coupled plasma-atomic emission spectrometry (ICP-AES) dan inductively coupled plasma-mass spectrometry (ICP-MS). LIBS telah mulai diaplikasikan sebagai metode analisis atom dan molekul dalam material di semua bidang termasuk pembangkit tenaga nuklir dan industri nuklir, polusi lingkungan, industri makanan, industri obat-obatan (farmasi dan kedokteran), pertanian dan perkebunan, arkeologi, thin film, forensik, safety and security, luar angkasa dan lain-lain. Khusus di bidang security, teknik ini sedang dikembangkan untuk mendeteksi material CBRNE threats (Chemical, Biological, Radionuclide, Nuclear, and explosive material). Ali Khumaeni Mahasiswa master Universitas Fukui Jepang Email address: khumaeni@gmail.com, khumaeni83@yahoo.com Telepon: (+81) 90 9442 2109 Data pribadi lengkap ada di www.khumaeni.wordpress.com Official website for International conference in Hawaii, http://www.pacifichem.org/studentposter/