Warisan Budaya Tak Benda Dunia dari Indonesia mempesona penonton di Koné

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Tak lama setelah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda dunia oleh UNESCO, Tim Angklung KJRI Noumea mendapat kesempatan untuk mempertontonkan keindahan musikalitas Angklung Indonesia pada acara festival musik di New Caledonia. Festival musik (fête de la musique) yang diselenggarakan dalam rangka inaugurasi Kompleks Kebudayaan di Kota Koné (±265 km dari Nouméa) tersebut juga menampilkan beberapa pertunjukan kesenian musik dari budaya lainnya yang telah tumbuh dan berkembang di New Caledonia, antara lain : budaya etnis Kanak dan Walis.

 

Tim Angklung KJRI Noumea yang beranggotakan 15 pemusik yang mayoritas berkewarganegaraan Prancis keturunan Indonesia membawakan beberapa tembang evergreen baik yang pernah populer di Indonesia maupun di mancanegara termasuk tembang lawas dari Kaledonia Baru seperti “Océanie” dan “C’est nous les broussard”. Penampilan tim angklung dibawah pimpinan Bapak Amzy Djoemadi (WN Prancis) ini berhasil menuai applause panjang dari para penonton. Kemampuan angklung Indonesia untuk memainkan lagu-lagu dari berbagai negara juga mengundang kekaguman tersendiri dari penonton. Seorang penonton pun secara khusus menyampaikan rasa terima kasih dan keharuannya karena lagu pop Kaledonia Baru juga dapat dimainkan dengan Angklung Indonesia.

 

Presiden Dewan Propinsi Utara Kaledonia Baru, Bapak Paul Néaoutyine yang ikut menyaksikan pertunjukan tidak ketinggalan untuk mengemukakan rasa terima kasihnya kepada Konsul Jenderal RI yang juga hadir dalam kesempatan tersebut atas partisipasi Tim Angklung KJRI Noumea yang telah ikut memeriahkan suasana malam itu. Bapak Néaoutyine juga berharap kiranya KJRI Noumea dapat kembali datang untuk menghibur penonton di kota Koné di lain kesempatan.