Pagelaran Wayang mempesona pengunjung di kota Pouembout

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Kesenian wayang kulit dengan lakon yang diambil cuplikan cerita Ramayana telah cukup mempesona puluhan orang pada Sabtu, 30 Oktober 2010 sore hari di kota Pouembout (±230 km di utara kota Noumea). Bertindak sebagai dalang dalam kesempatan ini adalah Bapak Suratno, guru kesenian Jawa pada KJRI Noumea. Musik pengiring pertunjukan wayang kulit ini dibawakan oleh kelompok gamelan binaan KJRI Noumea. Pada awalnya pagelaran ini akan dibawakan dalam bahasa Prancis. Namun atas permintaan penonton yang menginginkan agar pertunjukan diadakan sebagaimana yang ada di Indonesia, maka pagelaran ini pun dibawakan dalam bahasa Jawa. Berkat kepandaian sang dalang yang menyelipkan beberapa penggal dialog dalam bahasa Prancis, para penonton pun dapat mengikuti alur cerita walaupun sebagian besar dibawakan dalam bahasa Jawa.

Pagelaran kesenian wayang kulit berdurasi 1 jam 30 menit ini diselenggarakan dalam rangka memenuhi undangan pihak penyelenggara untuk menghibur pengunjung yang menghadiri acara “Pekan Buku Ke-7” yang diselenggarakan oleh Pusat Kebudayaan Propinsi Utara Kaledonia Baru pada 26 – 30 Oktober 2010. Tim Kesenian KJRI Noumea terpilih sebagai salah satu pengisi acara hiburan mengingat pada acara tersebut dipamerkan juga beberapa buku mengenai kisah keturunan Indonesia di Kaledonia Baru diantaranya adalah “Makandouri : fille de Pouembout” (Makandouri: puteri dari Pouembout) karya Monsieur Yannick Prigent (WN Prancis) dan “De Bandung à Nouméa” (Dari Bandung ke Noumea) karya Madame Ama Djoemadi Bastien (WN Prancis).

Pihak penyelenggara berharap penampilan kesenian khas Indonesia pada acara ini dapat membangkitkan romantisme terhadap Indonesia pada diri pembaca buku-buku tentang kisah keturunan Indonesia tersebut. Di akhir pertunjukan, beberapa pembeli buku-buku tersebut meminta anggota tim kesenian KJRI Noumea untuk membubuhkan tanda tangannya pada buku yang telah dibelinya sebagai souvenir.