Masyarakat New Caledonia lesehan saksikan wayang kulit di museum

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

KJRI Noumea bekerja sama dengan Museum New Caledonia di Noumea, telah mementaskan pertunjukan wayang kulit selama 3 malam berturut-turut pada 9, 11 dan 12 Desember 2010. Pertunjukan wayang yang digelar di gedung Museum New Caledonia ini mengambil lakon “Sinta Boyong” dari epos Ramayana. Bertindak sebagai dalang adalah Bapak Suratno, guru kesenian Jawa pada KJRI Noumea. Sedangkan musik pengiring pertunjukan dibawakan oleh kelompok gamelan binaan KJRI Noumea.

Dalam rangka menarik penonton untuk dapat memahami dan terlarut dalam kisah yang ditampilkan, panitia mengawali pertunjukan dengan memberikan penjelasan tentang berbagai aspek mengenai pewayangan, seperti tokoh-tokoh pewayangan dan sejarah wayang. Percakapan para tokoh pewayangan dan narasi pada pertunjukan malam itu pun mempergunakan Bahasa Prancis. Namun hal itu nampaknya masih dirasakan belum cukup untuk menimbulkan keterikatan emosional penonton. Oleh sebab itu, panitia juga membuka sesi tanya-jawab diakhir pertunjukan disertai ajakan untuk mencoba alat musik gamelan.

Acara ini berhasil menarik banyak masyarakat Noumea untuk datang ke museum walaupun saat itu merupakan long-weekend di New Caledonia. Penonton yang datang dari berbagai kalangan usia, ibu rumah tangga, guru sekolah dan ingatan pun seolah-olah terbayang suasana nonton wayang di Indonesia dengan banyaknya orang tua yang membawa anak-anaknya yang sedang menikmati masa liburan sekolah. Konsul Jenderal New Zealand untuk New Caledonia juga tidak ketinggalan untuk membawa keluarganya dalam mengisi liburan panjang kali ini dengan melihat pertunjukan wayang sambil menikmati jajanan pasar khas Indonesia yang dijajakan di sekitar pintu masuk museum. Malam itu, wayang pun seperti kembali kepada salah satu fungsinya di masa lampau yaitu sebagai sarana hiburan rakyat.