Kesenian Indonesia memeriahkan hari warisan budaya di kota Ouaco

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Bertepatan dengan liburan Idul Fitri kemarin, tim kesenian KJRI Noumea ikut memeriahkan hari warisan budaya (journée patrimoniale) yang diselenggarakan di daerah pertambangan kota Ouaco (baca : wako) yang terletak di Propinsi Utara Kaledonia Baru (± 300 km dari Noumea). Tahun ini acara tersebut diselenggarakan dalam rangka mengenang pekerja dari Indonesia beserta keluarganya yang telah berperan aktif dalam kemajuan kota Ouaco.

Setelah pembunyian serunai tanda dimulainya acara di sebuah bangunan bekas pabrik corned beef yang dulunya banyak mempekerjakan tenaga kerja dari Indonesia, tim kesenian KJRI Noumea langsung menggebrak “panggung” dengan menampilkan tari tradisional dari Jawa. Selanjutnya alunan musik angklung yang dibawakan tim angklung KJRI Noumea membuai penonton dengan tembang lawas dari Indonesia seperti “Bengawan Solo”, “Rek Ayo Rek” dan “Menanti” serta tembang masyarakat setempat dalam bahasa Prancis seperti “Océanie”.

Pertunjukan seni persembahan KJRI Noumea hari itu pun ditutup dengan persembahan lagu dari seorang penyanyi KJRI dengan diiringi petikan gitar akustik. Menambah kehangatan suasana nostalgia di siang hari itu, Acting Konsul Jenderal R.I. di Noumea, Ibu Sulastriningsih pun tidak ketinggalan menyumbangkan suaranya dengan melantunkan lagu “Semalam di Cianjur”.

Penampilan tim kesenian KJRI Noumea tersebut mendapat sambutan meriah dari para pengunjung yang datang tidak hanya dari kota Ouaco namun juga kota-kota lain yang jaraknya ratusan kilometer dari Ouaco. Seorang pengunjung pun menyatakan bahwa dia puas dengan pertunjukan yang ditampilkan dan ia pun merasa seperti muda kembali. Acara ini juga telah berhasil menjalin silahturahmi melalui satu sejarah bersama. Demikian yang dilaporkan oleh salah satu harian utama di Kaledonia Baru.