Doa masyarakat Indonesia dan keturunannya di Kaledonia Baru bagi korban bencana di Indonesia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Pada kesempatan acara perkenalan Konsul Jenderal RI yang diselenggarakan pada 29 Oktober 2010, ratusan masyarakat Indonesia di Kaledonia Baru dan juga keturunannya yang telah berkewarganegaraan Prancis mengheningkan cipta bagi arwah para korban bencana yang melanda Wasior, Merapi dan Mentawai. Masyarakat yang memadati Aula KJRI Noumea itu juga mendoakan agar kiranya para keluarga korban dapat segera bangkit kembali.

 

Sebelumnya Walikota Noumea, Jean Leques pada 29 Oktober sore hari telah menelpon Konsul Jenderal RI untuk menyampaikan belasungkawa dan simpatinya kepada masyarakat yang menjadi korban bencana yang terjadi di Indonesia.

 

Selanjutnya sehubungan dengan adanya pertanyaan dari wartawan Radio RRB dan media terkemuka Les Nouvelles-Caledonienne tentang kemana warga Indonesia dan keturunannya serta masyarakat New Caledonia lainnya dapat menyampaikan ungkapan simpati dan menyalurkan donasinya, KJRI Noumea telah membuka buku condolences dan kotak sumbangan di lobi kantor pada 28 Oktober 2010. Adapun pengirimannya nanti akan disampaikan ke Kementerian Luar Negeri setelah mendapatkan nomor rekening khusus bantuan bencana tersebut.

 

Dari sekitar 300 hadirin yang hadir terlihat Ketua Perhimpunan Masyarakat Indonesia dan keturunannya (PMIK), Bapak Djintar Tambunan (WNI), Ketua Kehormatan PMIK, Ketua Merpati Putih Cabang Kaledonia Baru, Bapak Supinarno (WNI), Ibu Marie-Jo Siban (WN Prancis), Ketua Dakwah Sosial, Bapak Sunarto (WN Prancis), Ketua Persatuan Umat Islam Masyarakat Indonesia dan Keturunannya (PUIMIK), Ibu Toukina Sabeni (WN Prancis), anggota Lembaga Statistik dan Penelitian Ekonomi New Caledonia, Bapak Sagit Suki (WN Prancis) dan Juara Merpati Putih Tingkat Nasional (Indonesia) tahun 2004, Claude Japel (WN Prancis).