Anak-anak SD Noumea Belajar tentang Kebudayaan Indonesia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

“Hari Antarbudaya” (Journée Interculturelle) telah diselenggarakan oleh kantor Walikota Noumea di Pusat Kebudayaan Tjibaou (Centre Culturel Tjibaou) pada 25 November 2010 pukul 08.00 – 15.00. Pusat Kebudayaan Tjibaou merupakan pusat pengembangan budaya Kanak yang dibangun pada 1998.

 

Sesuai dengan temanya “Kebudayaan di Kaledonia Baru”, kegiatan yang sudah kedelapan kali diselenggarakan untuk anak-anak Sekolah Dasar (SD) kelas enam ini merupakan festival budaya dengan melibatkan budaya-budaya yang berkembang di Kaledonia Baru. Tahun ini, Journée Interculturelle telah diikuti oleh 1700 siswa dan sekitar 35 stand budaya.

 

Pada Journée Interculturelle ditampilkan berbagai kegiatan seni dan budaya seperti lukis, tari, musik, bahasa, kerajinan tangan, pakaian tradisional, film, dongeng, fotografi dan permainan yang tersebar dalam stand-stand di area Pusat Kebudayaan Tjibaou.

 

Pada kesempatan tersebut, KJRI Noumea berpartisipasi dalam stand pakaian tradisional dan stand musik tradisional. Di stand pakaian tradisional, diperkenalkan Indonesia dan budayanya, terutama pakaian tradisional Indonesia dan tarian Bali. Sementara, di stand musik dijelaskan tentang instrumen Gamelan dan Angklung serta cara memainkannya. Antusiasme para siswa terlihat jelas lewat banyaknya pertanyaan yang disampaikan dan juga banyaknya siswa yang ingin mencoba memainkan kedua alat musik tersebut. Acara budaya ini juga dimeriahkan oleh stand seni mendongeng, salah satunya bercerita tentang legenda Joko Tarub dan Nawang Wulan versi bahasa Prancis.

 

Program ini diselenggarakan dengan maksud untuk memperkenalkan kekayaan budaya yang ada di Kaledonia Baru kepada generasi muda. Keikutsertaan budaya Indonesia pada acara itu membuktikan bahwa budaya Indonesia telah menjadi bagian dari budaya Kaledonia Baru dan dihargai di tengah masyarakatnya. Stand Indonesia telah berhasil menggugah keingintahuan generasi muda Kaledonia Baru terhadap budaya Indonesia.