“Sharing of Knowledge”: Mahasiswa AS Berdiskusi dengan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Berbagai tips dan persiapan memasuki jenjang perguruan tinggi di AS, khususnya Yale University, telah disampaikan oleh mahasiswa Yale University di hadapan pelajar SMU Indonesia yang tengah menuntut ilmu di negeri Paman Sam dalam forum “Sharing of Knowledge” di Ruang Pancasila KJRI New York pada Sabtu, 8 Mei 2010. Acara dihadiri oleh sekitar 50 orang undangan, dimana 10 orang di antaranya adalah mahasiswa asing setempat calon Indonesianis dari  Yale University, didampingi oleh seorang pengajar Bahasa Indonesia di kampus tersebut, Indriyo Sukmono. Acara ini juga dihadiri mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang sedang mengambil program Master dan Doktor di Yale, Columbia, dan Wesleyan University.

 

Dalam sambutannya, Konjen RI New York menyampaikan bahwa Indonesia dapat dijadikan sebagai tempat belajar yang sangat baik bagi berbagai disiplin ilmu. Keanekaragaman hayati dan biota laut Indonesia adalah sumber bagi ilmu lingkungan; kemajemukan masyarakat dan kekayaan budayanya merupakan kajian antropologi dan bahasa; dan kenyataan bahwa Indonesia adalah negara mayoritas Islam sekaligus negara demokratis ketiga di dunia merupakan kajian ilmu sosial politik yang tidak dapat diabaikan. Terkait dengan institusi pendidikan di AS dan Indonesia, disampaikan bahwa AS memiliki universitas-universitas terbaik dunia dan Indonesia saat ini berusaha keras agar institusi pendidikannya semakin banyak yang mendapat pengakuan dunia internasional.

 

Sambutan dari Yale University diwakili oleh seorang mahasiswa S1 jurusan sosial-politik, Habib Moody, dan pengajar Bahasa Indonesia, Indriyo Sukmono. Habib Moody dalam sambutannya yang menggunaan bahasa Indonesia menceritakan sekilas tentang program Bahasa Indonesia yang diikutinya bersama berbagai mahasiswa tingkat S1-S3 dari berbagai bidang studi serta kegembiraannya dapat berkumpul dengan pelajar dan mahasiswa Indonesia sambil menikmati budaya dan hidangan Indonesia. Moody berharap agar acara semacam ini dapat mempererat hubungan antar mahasiswa dan berpengaruh pula bagi hubungan kedua negara yang lebih baik lagi. Adapun Indriyo Sukmono yang menyertai kedatangan para mahasiswa Yale dan Wesleyan University mengungkapkan harapan agar kegiatan ini dapat menginspirasi akademisi lainnya untuk melakukan kegiatan serupa. Melalui kegiatan semacam ini, diharapkan juga supaya ”Friends of Indonesia” dapat merasakan bahwa KJRI New York bukan hanya rumah bagi orang Indonesia namun juga dapat menjadi rumah bagi para mahasiswa pemerhati dan peminat Indonesia.

        

Acara dilanjutkan dengan presentasi dari David Suwondo, mahasiswa S1 Yale University di bidang molecular biology, mengenai persiapan masuk perguruan tinggi AS. Dalam paparannya, David mengungkapkan hal-hal yang harus menjadi perhatian calon mahasiswa sebelum memutuskan pilihan pada universitas tertentu. Persiapan tersebut antara lain adalah melakukan kunjungan awal ke suatu universitas; bertemu pihak kampus; mengumpulkan informasi sebanyak mungkin mengenai jurusan, dosen, mata kuliah; mempersiapkan diri untuk tes SAT; tips penulisan formulir aplikasi, essay, dan resume; finansial termasuk kemungkinan beasiswa, dan persiapan menghadapi wawancara. Presentasi ini dilanjutkan dengan pembahasan mengenai proses masuk program pasca sarjana yang dibawakan Supriyanto dari Columbia University dan Fauziah dari Yale University yang sedikit berlainan dengan proses masuk program undergraduate. Untuk program graduate, selain essay yang komprehensif, diperlukan juga informasi mengenai pengalaman bekerja calon mahasiswa bersangkutan untuk dijadikan penilaian bagi universitas.

 

Secara keseluruhan, acara diskusi yang berlangsung sejak pukul 16.00 hingga 18.00 ini berlangsung lancar. Selain berdiskusi, para peserta dan undangan juga dihibur oleh penampilan band the Basement, yang seluruh personilnya adalah pelajar SMU dan mahasiswa Indonesia. Melalui kegiatan semacam ini diharapkan dapat terjalin jejaring dan kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi di AS, serta makin menumbuhkan minat positif terhadap Indonesia di kalangan akademisi asing sehingga melahirkan lebih banyak lagi Friends of Indonesia (Sumber: KJRI New York).