Peringatan Saraswati Melalui Pameran Lukisan dan Peluncuran Buku

Kesenian dan kepercayaan merupakan kesatuan yang tak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat Bali. Kesatuan tersebut seiring dengan nilai-nilai yang disebarkan Saraswati sebagai dewi pengetahuan, seni, dan kebudayaan. Nilai-nilai Saraswati yang merupakan dewi yang dipercayai dalam ajaran Hindu Bali, meninggalkan jejak yang dalam seperti terlihat dalam kehidupan banjar di Bali dimana kesenian, pengetahuan, kebudayaan, dan kepercayaan menyatu dalam keseharian. Memperingati Hari Saraswati, KJRI New York menggelar pameran lukisan dan peluncuran buku  “Saraswati in Bali” pada Selasa, 1 Desember 2015 bertempat di gedung KJRI New York.
 
Pameran lukisan membawa sekitar 8 (delapan) lukisan koleksi Museum ARMA, Ubud, Bali dan 2 (dua) lukisan karya seniman Bali yang bermukim di New York. Agung Rai selaku pemilik Museum ARMA tidak hanya memamerkan lukisan namun juga mempresentasikan kesatuan kesenian dan kepercayaan di Bali khususnya yang selama ini coba diimplementasikan oleh Museum ARMA. Sementara itu, Prof. Ron Jenkins dari Wesleyean University yang lebih dari 3 (tiga) tahun melakukan riset mengenai Saraswati di Bali menjelaskan bagaimana Saraswati dan nilai-nilainya menjadi inspirasi dalam karya-karya seni serta lingkup sosial masyarakat di Bali.
 
 
Acara dihadiri 75 kolega negara sahabat, pecinta dan kolektor seni. Dalam sambutan pembukanya, Konsul Pensosbud selaku Acting Konjen RI New York menyampaikan akan kekayaan budaya Indonesia khususnya Bali dan berharap melalui pameran lukisan dan diskusi buku tersebut para hadirin mendapat pemahaman lebih dalam dan positif tentang Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, para hadirin juga diajak mengenal ragam kuliner tradisional Indonesia melalui suguhan kudapan seperti klepon, takir, batagor, pastel, kroket keju dan dadar gulung.  (Sumber: KJRI New York)