"Passport to Indonesia on a Tour of the World": Promosi Indonesia di Princeton University

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Mahasiswa Indonesia terbukti memiliki kemampuan mempromosikan dan mencitrakan positif bangsanya di luar negeri. Hal ini terlihat dalam kegiatan promosi budaya bertajuk “Passport to Indonesia on a Tour of the World” yang digagas oleh anggota Permias Princeton di halaman gedung Frist Campus Center pada Sabtu sore (24/4). Acara di universitas terkemuka yang tahun ini dinobatkan oleh Majalah Forbes sebagai No. 1 America’s Best Colleges menjadi penutup dari rangkaian perayaan International Festival Month di Princeton University.

 

Dalam sambutan pembukaannya, Konjen RI Trie Edi Mulyani menyampaikan beberapa aspek penting mengenai Indonesia dalam upaya lebih memperkenalkan Indonesia kepada mahasiswa dan civitas akademika Princeton University. Selain memberikan sekilas paparan mengenai Indonesia, disinggung pula beberapa kesamaan yang dimiliki oleh Indonesia dan AS yang antara lain tercermin dalam keragaman etnis dan budaya. Disampaikan pula bahwa ”Passport to Indonesia” merupakan kesempatan yang sangat baik bagi civitas akademika Princeton University sebagai titik awal untuk dapat mengenal budaya dan kuliner Indonesia.

 

Direktur Davis International Center, Paula Chow, yang mewakili pihak universitas, mengungkapkan rasa terima kasih atas kehadiran KJRI New York dalam acara ini. Meski dimotori oleh mahasiswa Indonesia namun penyelenggaraan kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa dari berbagai negara yang tidak segan memberikan bantuan bagi kelancaran acara ”Passport to Indonesia”. Mrs. Chow juga mengungkapkan kebanggaan atas inisiatif yang dilakukan Permias untuk mengadakan kegiatan ini.


Sementara itu, penampilan grup Tari dan Gamelan Bali binaan KJRI New York, Dharma Swara, mendapat sambutan yang luar biasa dan mampu mengundang decak kagum penonton yang menyaksikan acara ini. P
ara penonton memberikan tepuk gemuruh seusai ditampilkannya Tari Kebyar Legong dalam iringan gamelan Bali live berdurasi lebih dari 35 menit.  Tarian gubahan seniman Pan Rendres pada tahun 1920 ini dikenal selain karena durasinya yang panjang, juga karena komposisinya yang terbilang menantang bagi para pemainnya.  Penampilan Grup Dharma Swara di Princeton University ini juga dimaksudkan sebagai pemanasan sebelum grup ini tampil dalam kompetisi Gong Kebyar di Pesta Kesenian Bali, bulan Juli mendatang, di Denpasar.

 

Selain dapat menikmati suguhan kesenian Bali, pengunjung juga dapat mencicipi beragam makanan tradisional Indonesia, seperti sate, mi goreng, es cendol, dan es campur yang disediakan oleh salah satu restoran Indonesia di Philadelphia dan sangat memuaskan selera para pengunjung.


Acara “Passport to Indonesia” pertama kali diadakan pada akhir tahun 2008.  Pelaksanaannya saat itu mendapat sambutan hangat hingga kian menumbuhkan ketertarikan dan minat terhadap budaya Indonesia di kalangan pelajar dan ilmuwan Princeton University. Karena keberhasilan tersebut maka acara yang diadakan Permias Princeton tahun ini terpilih menjadi acara penutup rangkaian perayaan International Festival Month  dengan nama “Passport to Indonesia on a Tour of the World”.

 

Di akhir acara, kepada pengunjung dibagikan pula DVD Indonesia. Sesuai dengan tema yang diusung dalam acara ini yaitu “Passport to Indonesia on a Tour of the World”, diharapkan dengan menyaksikan acara ini para pengunjung akan memiliki ketertarikan lebih untuk berkunjung ke Indonesia. (Sumber: KJRI New York).