Menjajaki Perluasan Kerjasama Investasi dan Perdagangan dengan Negara Bagian Massachussets

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Kesempatan untuk menjalin kerjasama ekonomi tidak akan datang dengan sendirinya tanpa adanya upaya pendekatan yang terus menerus dari pihak-pihak yang membutuhkan. Terkadang, kerjasama tersebut sebenarnya diminati oleh kedua belah pihak, namun kurangnya komunikasi pada akhirnya menghambat proses interaksi atau bahkan menguburkan kesempatan.  

 

Negara bagian Massachusetts adalah salah satu dari 15 negara bagian yang menjadi wilayah kerja KJRI New York. Untuk AS, Massachusetts dikenal sebagai produsen utama pertanian ‘cranberries’ dibawah perusahaan “Ocean Spray”, hasil laut, biotechnology, pusat finansial dan pusat dari Research and Development serta Universitas-universitas ternama. Namun bagi Indonesia, pelabuhan Boston adalah pelabuhan kedua terbesar utuk produk-produk hasil laut ekspor Indonesia ke wilayah kerja KJRI New York, lokasi promosi pariwisata kedua terbesar setelah New York, dan salah satu tujuan utama mahasiswa Indonesia yang hendak kuliah di AS.  

 

Oleh karena pentingnya Massachusetts bagi Indonesia, pada tanggal 30 April 2010, Konsul Jenderal RI New York, Trie Edi Mulyani, didampingi oleh Fungsi Ekonomi dan Sosbud telah melangsungkan pertemuan dengan Massachusetts Office of International Trade and Investment (MOITI) di kantor barunya di kota Boston. Kunjungan tersebut selain dimaksudkan untuk bertukar informasi mengenai hubungan perdagangan dan investasi RI-AS, dan menyampaikan situasi perkembangan ekonomi Indonesia yang positif sepanjang tahun 2009 ini, dan program-program utama pemri, khususnya dalam hal upaya peningkatan dan pengembangan infrastruktur tenaga listrik ramah lingkungan, pelabuhan, jalan raya, dan telekomunikasi, juga dipergunakan untuk berpamitan, sehubungan dengan berakhirnya masa tugas Konjen RI New York.  

 

MOITI yang memiliki kantor perwakilan di China, Meksiko, Brasil, dan Eropa, menyatakan kesediaanya untuk mempertemukan Pemri dengan perusahaan-perusahaan AS yang memang berminat untuk mengembangkan investasi di luar negeri. Sekiranya memang terdapat proyek dimana perusahaan setempat tertarik untuk mengikuti, maka MOITI bekerjasama dengan KJRI New York akan memfasilitasi pertemuan antara perusahaan dengan pejabat yang terkait. Bahkan dalam waktu dekat ini, MOITI berencana untuk mengadakan misi dagang ke Indonesia.

 

Salah satu upaya Massachusetts untuk menarik investasi yang dapat dimanfaatkan oleh Indonesia, adalah pemberian EB5 Visa bagi wiraswastawan Indonesia yang akan menanamkan modal sekurangnya US$500.000,-. Visa EB5, sebuah kebijakan federal yang telah disahkan semenjak tahun 1990an, adalah Visa berlaku selama 5 tahun, yang dapat ditingkatkan menjadi greencard sekiranya dalam waktu dua tahun, perusahaan telah merekrut setidaknya 10 pegawai. Dengan konsentrasi pada pengembangan usaha industri life science dan clean energy, kepada wirausaha ini akan diberikan berbagai insentif, termasuk pengurangan pajak.

 

Pertemuan Masyarakat

 

Setelah menghadiri pertemuan dengan MOITI, pada petang harinya Konsul Jenderal RI New York juga menghadiri acara pertemuan masyarakat yang diselenggarakan di Boston. Pertemuan yang merupakan bagian dari pembinaan masyarakat Indonesia di Massachusetts, dihadiri oleh sekitar 90 warga negara Indonesia, yang umumnya terdiri dari kalangan akademisi, mahasiswa, dan pekerja. Acara pertemuan dimanfaatkan juga oleh perwakilan BNI Cabang New York untuk melangsungkan promosi produk “Smart Remittance” yaitu layanan pengiriman uang ke tanah air.  

 

Konsul Jenderal menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat Indonesia di Massachusetts yang termasuk aktif dalam mendukung berbagai program kegiatan dan upaya promosi yang dilangsungkan oleh Perwakilan, seperti dalam acara tahunan Boston Travel Show, Harkitnas tahun 2008 dan kunjungan Presiden RI ke Boston tahun 2009, maupun dalam melaksanakan kegiatan promosi swadaya inisiatif para anggota masyarakat. Acara diakhiri dengan ramah tamah dan hiburan dari Permias Boston.   (Sumber KJRI NY)