Indonesia dan Vietnam sependapat mengenai perlunya menjaga kesatuan dan sentralitas ASEAN dalam berbagai isu regional. “Kami berhasil mendiskusikan beberapa ide berkaitan dengan hal-hal yang mempersatukan ASEAN”, demikian Menlu Marty Natalegawa sampaikan dalam jumpa pers usai pertemuannya dengan Menlu Vietnam Pham Binh Minh di Hanoi (18/07).
Menlu Marty juga membenarkan bahwa saat ini banyak hal harus dibahas ASEAN dalam menindaklanjuti Pertemuan Menlu ASEAN dan Mitra Wicara yang berakhir beberapa pekan lalu (13/07) di Kamboja.
“ASEAN saat ini berada dalam momen penting dan oleh karena itu saya berada di sini (Hanoi-red) untuk berdiskusi dengan Menlu Minh berkaitan dengan hal-hal yang sedang dihadapi oleh ASEAN,” tutur Menlu Marty.
Menlu Binh dalam pertemuan tersebut secara khusus mengapresiasi langkah maju yang dilakukan oleh Indonesia. "Pertemuan ini merefleksikan komitmen, baik Indonesia dan Vietnam, dalam mempertahankan sentralitas ASEAN dan persamaan pandangan terhadap isu Laut Timur," tegas Menlu Binh.
Seperti yang dikutip oleh media setempat, Menlu Marty juga mengutarakan bahwa, "Kami telah dapat membicarakan dan membandingkan beberapa ide, dan catatan mengenai prinsip utama yang menyatukan ASEAN. Kami mengidentifikasi enam prinsip utama”.
Kepada media, Menlu menjelaskan enam prinsip utama tersebut yaitu: (i) perlunya reafirmasi mengenai the Declaration on the Conduct (DOC) of Parties kepada semua pihak di Laut China Selatan, (ii) perlunya afirmasi guidelines DOC, (iii) perlunya afirmasi mengenai pentingnya suatu Code of Conduct (COC), (iv) penghormatan terhadap hukum internasional dan (v) Konvensi PBB mengenai Hukum Laut UNCLOS, serta (vi) penyelesaian masalah secara damai sesuai dengan UNCLOS.
"Kami berterima kasih atas dukungan Vietnam terhadap keenam prinsip ini," tutup Marty.
Menlu RI tiba di Hanoi pada Rabu sore (18/07) melanjutkan perjalanan dari Manila dan bertolak menuju Kamboja pada malam harinya. Dalam pertemuan dengan Menlu Vietnam tersebut Menlu RI didampingi antara lain oleh Dubes RI untuk Vietnam Mayerfas dan Plt. Kepala Biro Administrasi Menteri Michael Tene. (KBRI Hanoi/Dit. Infomed/PLE/PY)