Kewarganegaraan Ganda

Anak Berkewarganegaraan Ganda

Status kewarganegaraan ganda diatur di dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Yang dimaksud anak berkewarganegaraan ganda adalah anak sesuai definisi Pasal 4 huruf c, huruf d, huruf h, huruf l, dan Pasal 5 undang-undang tersebut, yakni:


  • anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah Warga Negara Indonesia dan ibu warga negara asing (Pasal 4 huruf c);
  • anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah warga negara asing dan ibu Warga Negara Indonesia (Pasal 4 huruf d);
  • anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari seorang ibu warga negara asing yang diakui oleh seorang ayah Warga Negara Indonesia sebagai anaknya dan pengakuan itu dilakukan sebelum anak tersebut berusia 18 (delapan belas) tahun atau belum kawin (Pasal 4 huruf h);
  • anak yang dilahirkan di luar wilayah negara Republik Indonesia dari seorang ayah dan ibu Warga Negara Indonesia yang karena ketentuan dari negara tempat anak tersebut dilahirkan memberikan kewarganegaraan kepada anak yang bersangkutan (Pasal 4 huruf l);
  • anak yang lahir di luar perkawinan belum berusia 18 (delapan belas) tahun dan belum kawin diakui secara sah oleh ayahnya yang berkewarganegaraan asing tetap diakui sebagai WNI (Pasal 5 huruf a);
  • anak WNI yang belum berusia 5 (lima) tahun diangkat secara sah sebagai anak oleh warga WNA berdasarkan penetapan pengadilan tetap diakui sebagai WNI (Pasal 5 huruf b).


Pasal 6 mengatur bahwa pada saat usianya 18 (delapan belas) tahun atau sudah kawin, anak berkewarganegaraan ganda harus menyatakan memilih salah satu kewarganegaraannya. Pernyataan tersebut disampaikan secara tertulis dan diberikan waktu paling lambat 3 (tiga) tahun setelah anak berusia 18 (delapan belas) tahun atau sudah kawin.

 

Berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 22 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pendaftaran Anak Berkewarganegaraan Ganda dan Permohonan Fasilitas Keimigrasian, pendaftaran anak berkewarganegaraan ganda wajib didaftarkan oleh orang tua atau wali. Tata Cara Pendaftaran dapat dilihat pada tautan berikut:

 

Pasal 10 Permenkumham dimaksud mengatur bahwa anak Berkewarganegaraan Ganda yang memiliki paspor asing dapat diberikan fasilitas keimigrasian berupa:

  • Pembebasan dari kewajiban memiliki visa;
  • Pembebasan dari kewajiban memiliki izin keimigrasian dan izin masuk kembali;
  • Pemberian tanda masuk atau tanda keluar yang diperlakukan sebagaimana layaknya WNI.


Affidavit untuk Anak Berkewarganegaraan Ganda pemegang Paspor Asing

Untuk memperoleh fasilitas keimigrasian tersebut, anak berkewarganegaraan ganda yang memiliki paspor asing dapat mengurus affidavit di KBRI New Delhi dengan persyaratan sebagai berikut:

  • Surat Permohonan.
  • Mengisi Formulir Pendaftaran.
  • Fotokopi Akte Kelahiran.
  • Fotokopi Akte Perkawinan Orang Tua.
  • Fotokopi Kartu Identitas/Paspor Kedua Orang Tua.
  • 4 pas foto 4x6 cm latar belakang putih.
  • Biaya: Rs 750.