Keindahan Tari Gong Kalimantan memukau Masyarakat India di New Delhi

Sabtu (22/8), para undangan dari kalangan diplomatik, staf pengajar, pelajar dan masyarakat umum India yang memadati gedung pertunjukan Siri Fort Auditorium memberikan sambutan yang sangat meriah terhadap penampilan Tari Gong (Kalimantan) yang dibawakan oleh Sanggar Nona Sari Indonesia dalam kegiatan “International Ethnic Folklore 2015”.

 

Gemulainya Tari Gong, indahnya motif pakaian penari dan alunan instrumen musik dayak “Sapek” mampu memikat perhatian para pengunjung yang hadir. Tari Gong asal Dayak merupakan tarian yang menggambarkan keseimbangan, fleksibilitas dan kelembutan seorang gadis yang terlihat dari gerakan tubuh dan tangan yang relatif lambat dan gemulai bagaikan gerakan sebatang ilalang yang tertiup angin. Di tangan si gadis penari, terselip indahnya rangkaian bulu ekor burung enggang yang menambah kesan eksotis dan gemulai tarian ini.    

 

Selain memberikan kesan dan pesan tersediri dihati setiap pengunjung dengan penampilan tari Gong, tim penari yang berasal dari Kalimantan bermaksud memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat di India.   

 

International Ethnic Folklore merupakan festival yang diselenggarakan oleh Shritii Multiculture Centre untuk mempertunjukkan Folklore Ensemble terbaik dari berbagai negara, dimana khazanah budaya menjadi platform World Unite dengan kegiatan menarik seperti penampilan tarian, musik tradisional, workshop, seminar dan diskusi. Pada tahun 2015, International Ethnic Folklore berlangsung selama sepekan dari tanggal 21 s.d. 26 Agustus 2015, di New Delhi dan Gurgaon, India dengan menghadirkan pertunjukan seni dari beberapa negara antara lain India, Lithuania, Indonesia, Mexico, Nepal, Sri Lanka, Singapura.