Banjir di Jammu&Kashmir, 7 September 2014

1/23/2015


Press Release 

KBRI NEW DELHI

 

 

Hujan lebat berkepanjangan di wilayah Jammu&Kashmir, India telah menyebabkan banjir bandang dan memberikan dampak buruk bagi masyarakat di provinsi Srinagar dan sekitarnya. Pada tanggal 7 September 2014, PM India Narendra Modi telah menyatakan bencana banjir di Jammu&Kashmir sebagai bencana nasional.

 

            Dalam menanggapi bencana tersebut, PM Modi telah menginstruksikan langsung Menteri Dalam Negeri India, badan penanggulangan bencana India (national disaster relief force/ NDRF), pihak militer India (Angkatan Udara dan Angkatan Darat) serta voluntary organisations India untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang memerlukan bantuan logistik, serta evakuasi ke tempat yang lebih aman.  Hingga tanggal 10 September 2014,  Pemerintah India telah memberikan beberapa bantuan antara lain mengirimkan tim dokter sebanyak 80 orang, menyediakan rumah sakit lapangan, makanan, air minum, selimut, obat-obatan, 200 perahu, helikopter, menambah dua penerbangan Air India tanpa biaya bagi turis yang stranded di Srinagar.

 

            Pada tanggal 11 September 2014, media cetak India memberitakan bahwa banjir telah mulai surut di beberapa wilayah. Dalam waktu mendatang, diharapkan banjir dapat segera mereda.  Akibat bajir bandang, akses perjalanan darat masih terputus sehingga bantuan hanya dilakukan melalui jalur udara. Jaringan komuniasi juga masih terputus dikarenakan banyak peralatan komunikasi dari provider telekomuniasi di India terendam air. Hal ini menyulitkan koordinasi dilapangan karena  sulitnya komunikasi antara Kashmir dan tempat-tempat lainnya di India.

                             

KBRI New Delhi telah melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri India dan NDRF India mengenai kemungkinan adanya WNI yang menjadi korban bencana banjir di wilayah Jammu&Kashmir. Terkait hal ini, NDRF menyampaikan akan melaporkan pada kesempatan pertama apabila ada WNI yang berada di wilayah bencana.

 

KBRI akan senantiasa terus memantau dan melaporkan perkembangan bencana banjir Jammu&Kashmir.