Seychelles

​PROFIL SINGKAT SEYCHELLES
 
Republik Seychelles adalah sebuah negara kepulauan di tengah Samudra Hindia, sekitar 1.600 km sebelah timur daratan Afrika, dan sebelah timur laut Madagaskar. Negara dan teritori tetangganya ialah Mauritius dan Reunion di sebelah selatan, Komoro dan Mayotte di barat daya, dan Maladewa di timur laut.
 
Seychelles merupakan salah satu tujuan wisata terindah di dunia dengan  lautnya yang tenang, pantai yang bersih dengan gabungan pasir putih dan karang, serta penuh dengan resort dan perhotelan. Sektor pariwisata merupakan salah satu andalan utama bagi perekonomian Seychelles. Dalam rangka menarik lebih banyak devisa dari turisme, Seychelles menerapkan kebijakan foreign currency terhadap semua turis asing, yaitu mata uang Euro (€), sebagai alat pembayaran resmi.
 
Secara politik, Seychelles merupakan negara yang stabil, aman dan damai. Demokrasi berkembang sehat dan kerukunan nasional sangat baik. Yang menjadi permasalahan utama Seychelles saat ini adalah ekonomi berkaitan dengan krisis ekonomi global yang sangat memukul Seychelles. Dengan hutang luar negeri sekitar USD 800 juta (senilai GDP) maka Seychelles terpaksa mengundang IMF pada tahun 2009 dan dipaksa untuk mengadakan pengetatan ekstrim. Antara lain mengurangi bahkan menghilangkan berbagai subsidi yang selama ini dinikmati oleh penduduk Seychelles, seperti di bidang pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan dasar.
 
HUBUNGAN BILATERAL INDONESIA – SEYCHELLES
 
Hubungan diplomatik Indonesia – Seychelles dimulai pada tanggal 16 Desember 1985. Namun sampai saat ini RI belum membuka kantor perwakilan di Seychelles dan masih dirangkap dari KBRI di Nairobi. Untuk tugas-tugas pelayanan kekonsuleran dan penerangan, Indonesia mengangkat seorang Konsul Kehormatan di Seychelles.
 
Hubungan bilateral kedua negara ditandai dengan telah disepakatinya Kerjasama Ekonomi dan Teknik pada tanggal 2 April 1996 di Jakarta oleh menteri luar negeri kedua negara. Demikian pula Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B) telah disepakati pada tahun 1999 di New York dengan masa berlaku 10 tahun, terhitung mulai 16 Mei 2000.
Seychelles sebagai negara kepulauan yang keselamatannya sangat rentan kepada keselamatan lingkungan memberi perhatian besar kepada perubahan iklim global dan penyelamatan laut. Oleh karena itu negara ini turut berpartisipasi aktif dalam WOC di Manado, 11 – 15 Mei 2009. Ketua delegasi Seychelles di Konferensi Kelautan tersebut, Dr. Rolph Payet, Penasehat khusus Presiden Seychelles, menjadi pembicara dalam salah satu sesi di WOC.
Dalam kerjasama Internasional, kedua negara sering saling memberi dukungan seperti di UNESCO, IMO, CEDAW, dan di UPU.
 
Tenaga kerja Indonesia di Seychelles saat ini berjumlah sekitar 120 orang yang umumnya bekerja di sektor turisme dan perhotelan. Dalam rangka menghadapi dan keluar dari krisis ekonomi global yang sangat memukul Seychelles, Seychelles telah merencanakan untuk lebih memberdayakan tenaga setempat sekaligus memperketat penggunaan tenaga asing. Ke depan kebijakan ini akan mempengaruhi arus penggunaan tenaga kerja Indonesia untuk bekerja di Seychelles, khususnya tenaga kerja perhotelan.