Uganda

​PROFIL SINGKAT UGANDA
 
Republik Uganda adalah sebuah negara landlocked (tidak memiliki garis pantai) di Afrika Timur. Negara yang mendapat julukan "Mutiara Afrika" oleh Winston Churchill ini berbatasan dengan Kenya di sebelah timur, Sudan di utara, Republik Demokratik Kongo di barat, Rwanda di barat daya, dan Tanzania serta Danau Victoria di selatan. Nama negara ini berasal dari kerajaan Buganda yang wilayahnya dahulu mencakup bagian selatan Uganda. Uganda terbagi kepada 70 distrik.
 
Walaupun tidak berpantai, Uganda mempunyai beberapa danau besar, seperti Danau Victoria, Danau Albert, Danau Kyoga dan Danau Edward. Negeri ini terletak di plateau Afrika Timur, kira-kira 900 m di atas permukaan laut. Pada umumnya Uganda beriklim tropis, tapi terdapat juga variasi. Uganda mempunyai beberapa pulau di Danau Victoria. Kota-kota terpenting terletak di selatan di dekat Danau Victoria termasuk ibukota Kampala dan kota di dekatnya Entebe.
 
Uganda mempunyai sumber daya alam yang sangat substansial, termasuk di dalamnya adalah tanah yang subur, curah hujan yang cukup, dan cadangan sumber daya mineral seperti tembaga, kobalt, emas, minyak dan lainnya.
 
Pertanian merupakan sektor ekonomi yang paling penting karena mengakomodasi 80% tenaga kerja. Kopi merupakan ekspor terbesar. Semenjak 1986, pemerintah dengan dukungan dari negara-negara donor dan badan-badan internasional telah melakukan rehabilitasi dan stabilisasi ekonomi dengan melakukan reformasi mata uang, menaikkan harga ekspor hasil pertanian, menaikkan harga minyak dan meningkatkan pelayanan masyarakat.
 
Perubahan kebijakan diarahkan kepada penurunan inflasi, serta percepatan produksi dan peningkatan hasil ekspor. Selama 1990-2001 perekonomian berubah menjadi solid yang disebabkan oleh berlangsungnya investasi di dalam rehabilitasi infrastruktur, peningkatan produksi dan ekspor, berkurangnya inflasi, secara bertahap keamanan mulai pulih, serta kembalinya pengusaha-pengusaha India – Uganda dari pengasingan. Pertumbuhan ekonomi semakin berkembang, kecuali harga kopi yang sangat variatif dimana kopi merupakan bahan ekspor utama, perbaikan pasar ekspor Uganda yang konsisten.
 
Di tahun 2000, Uganda berhasil mendapatkan pengurangan hutang dari Highly Indebted Poor Countries (HIPC) sebesar $1,3 milyar dan dari Paris Club mendapatkan pengurangan sebanyak $145 juta. Jumlah ini digabungkan dengan pengurangan hutang HIPC menjadi sekitar $2 milyar.
 

HUBUNGAN BILATERAL INDONESIA-UGANDA
 
Hubungan diplomatik antara Indonesia-Uganda ditandai dengan dibukanya KBRI Nairobi, Kenya merangkap untuk Uganda pada tanggal 12 Januari 1989. Sedangkan Uganda menunjuk perwakilannya di New Delhi, India untuk merangkap Indonesia. Untuk tugas-tugas pelayanan kekonsuleran dan penerangan, Indonesia mengangkat seorang Konsul Kehormatan di Uganda.
 
Hubungan bilateral RI-Uganda memasuki era baru dengan ditandatanganinya MoU Pembentukan Komisi Bersama antara RI dan Uganda oleh Menlu kedua negara pada tanggal 18 Juni 2008 di Kampala, Uganda. Beberapa bidang kerjasama yang cukup potensial untuk dikembangkan oleh kedua negara meliputi ekonomi, perdagangan, pertanian, budaya dan kerjasama teknik. Dalam bidang pendidikan, beberapa pimpinan universitas di Uganda adalah alumni Indonesia.