Peringatan Idul Adha 1434 H di KBRI Muscat

Pada tanggal 10 Dzulhijjah 1434 Hijriah, bertepatan hari Selasa tanggal 15 Oktober 2013 bertempat di KBRI Muscat diadakan Shalat Ied Idul Adha. Pelaksanaan sholat Idul Adha kali ini merupakan yang ketiga kalinya diselenggarakan di KBRI Muscat sejak dibukanya KBRI Muscat pada Desember 2010.

 

Suatu kehormatan bagi masyarakat Indonesia di Muscat dan sekitarnya bahwa bertindak sebagai imam dan khatib adalah Dato Dr. Haji Awang Besar bin Haji Abu Bakar, Duta Besar Brunei Darussalam.

 

Kehadiran Dato' Rustam Yahaya, Duta Besar Malaysia, Bapak Sukanto, Duta Besar RI, masyarakat Indonesia, Brunei Darussalam dan Malaysia merupakan bagian dari sekitar 180 masyarakat yang turut menunaikan shalai ied di KBRI Muscat.

 

Sebelum pelaksanaan shalat ied Bapak Sukanto, Duta Besar RI Muscat menyampaikan selamat memperingati Hari Raya Idul Adha sembari meneladani nilai-nila yang terkandung dalam Idul Adha itu sendiri. Seusai shalat ied, dilanjutkan dengan khutbah ied.

 

Dalam khutbahnya, Dato Dr. Haji Awang Besar bin Haji Abu Bakar mengingatkan kepada para jamaah untuk mengambil hikmah esensi Idul Adha yang sebenarnya, yaitu ujian Nabi Ibrahim diperintahkan untuk menyembelih putera kesayangannya, Ismail dan ketaatan seorang Ismail kepada orang tuanya.

 

Patut disayangkan momentum peristiwa nabi Ibrahim tersebut sudah sangat melenceng bila direfleksikan dengan kehidupan sehari-hari sekarang ini.

 

Orang tua banyak yang lalai dalam mendidik akhlak anak-anaknya, lalai dalam beribadah karena lebih mementingkan kehidupan duniawinya, begitupun sepak terjang anak-anak sekarang ini cenderung tenggelam dalam kemajuan teknologi yang dikemas dalam beragam instrumennya dan melupakan ibadah kepada Allah SWT.

 

Dato Dr. Haji Awang Besar  mengajak para jamaah untuk menjadikan momentum Idul Adha ini sebagai bahan introspeksi diri kita masing-masing sejauh mana kita meneladani keimanan dan ketaqwaan nabi Ibrahim dalam menjalankan perintah Allah Swt.

 

Selepas shalat ied, seluruh jema'ah bersalaman secara berkeliling. Suasana akrab tersebut setidaknya bisa mengobati kerinduan akan suasana serupa di kampung halaman masing-masing.

 

Sebagai penutup rangkaian kegiatan memperingati Idul Adha adalah ramah tamah sambil mencicipi hidangan khas lebaran dan jajan pasar. Ajang ini merupakan sarana untuk lebih meningkatkan keakraban sesama warga yang berada di perantauan. (Sumber : KBRI Muscat)