PROMOSI BATIK DI SULTAN QABOOS UNIVERSITY

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

?Dalam rangkaian keikutsertaan Indonesia mempromosikan batik di Muscat Festival, pada tanggal 17 Pebruari 2013 dilakukan promosi batik yang dikemas dalam bentuk workshop dan demo membatik dihadapan para mahasiswa Fakultas Pendidikan Seni Universitas Sultan Qaboos (USQ).

 
Dr. Fakhriya Al-Yahyae, Ketua Jurusan Seni Fakultas Pendidikan, USQ menyampaikan rasa gembira dan menyambut baik langkah yang ditempuh oleh KBRI Muscat untuk memperkenalkan kerajinan batik kepada para mahasiswa seni sehingga mereka bisa melihat secara langsung bagaimana cara membatik dan proses/tahapan pembuatan batik itu sendiri yang sudah barang tentu menambah kasanah pengetahuan mereka tentang batik. Dr. Fakhriya juga berharap workshop batik ini merupakan langkah awal dan bisa dilanjutkan dengan kegiatan serupa atau karya seni lainnya karena Indonesia memiliki kekayaan seni yang beragam dan menarik.
Sebelum dimulainya workshop, Bapak Sukanto, Duta Besar RI menyampaikan bahwa sebagai salah satu warisan budaya kebanggaan Indonesia, Batik memiliki posisi tersendiri di hati orang Indonesia. Karena batik memiliki karakteristik yang khas dan simbol serta menjadi kebanggaan dan kecintaan rakyat Indonesia terhadap batik maka  atas dasar tersebut UNESCO pada Oktober 2009 menetapkan batik sebagai warisan budaya Indonesia. Promosi batik di USQ merupakan langkah awal untuk lebih mengenalkan Indonesia di Oman dan untuk mendekatkan serta meningkatkan hubungan bilateral Indonesia - Oman khususnya di bidang sosial budaya.
 
Untuk memperkenalkan keragaman seni dan budaya Indonesia selain batik, ditampilkan pula seni tari yang diperankan oleh Sdr. Zery Nurvitha. Seni tari yang dibawakan adalah tari Legong Keraton dan tari Kelana Topeng. Kedua tarian tersebut memukau mahasiswa dan mendapatkan sambutan dan apresiasi yang tinggi.
 
Workshop batik disampaikan oleh Sdr. Venny Afwany Alamsyah. Dalam presentasinya, Sdr. Venny menjelaskan mengenai sejarah dan filosifi  di balik beragamnya motif batik Indonesia, dan teknik-teknik serta proses pembuatan batik. Dalam sesi praktek, seluruh peserta berkesempatan untuk membuat batik secara tradisional dan sederhana, yaitu dengan menggunakan canting dan lilin, di atas sehelai kain dan sepotong kayu. Partisipan juga terlibat secara langsung pada proses pewarnaan batik dengan bahan-bahan pewarna alami. Setelah selesai, masing-masing partisipan membawa pulang hasil karya batik yang mereka buat sendiri. Pada akhir workshop semua partisipan diberikan kenang-kenangan berupa tas/taplak batik. Antusiasme dan semangat hadirin sangat terasa selama kegiatan berlangsung. Mereka terlihat menikmati proses pembuatan batik yang membutuhkan ketekunan dan kesabaran. Setelah mempraktekkan sendiri bagaimana sulitnya membuat sehelai kain batik tulis, mereka tertarik dan ingin mengetahui lebih mendalam tentang batik.