Sign In

PENYAMBUTAN KRI SULTAN HASANUDDIN–366 (KRI SHN-366) DI SALALAH - OMAN SETELAH MELAKSANAKAN MISI PERDAMAIAN DI LEBANON

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

?Pada tanggal 26 Desember 2012, Duta Besar RI Muscat dan Staf beserta Asisten Atase Pertahanan KBRI Riyadh menyambut kedatangan KRI SHN-366 yang singgah di Pelabuhan Salalah-Oman setelah menyelesaikan misi perdamaian PBB di Lebanon selama 6 bulan (Juni - Desember 2012). KRI SHN-366  dipimpin oleh Letnan Kolonel (P) Dato Rusman SN dan diperkuat satu unit helikopter BO-105 dengan 105 personil, terdiri atas 94 ABK, pilot dan kru heli tujuh orang, serta dokter, anggota Kopaska, perwira penerangan dan intelijen, masing-masing satu orang. KRI SHN-366  merupakan kapal jenis Korvet kelas Ship Integrated Geometrical Modularity Approach (SIGMA) tergabung dalam Satuan Tugas Maritime Taks Force (MTF) Kontingen Garuda XXVIII-D/United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dan MTF 448 UNIFIL, dinilai telah berhasil menjalankan misinya dengan baik dan mendapat apresiasi yang tinggi dari Force Commander and Head of Mission (FC and HoM) dari UNIFIL atas prestasi dan dedikasinya selama bertugas di UNIFIL.

 
Beberapa prestasi yang ditorehkan KRI SHN-366 selama menjalankan misinya di Lebanon (19 kali ontask) antara lain :
 
-   Berhasil melaksanakan hailing  sebanyak  686 kontak kapal permukaan dan melaksanakan monitor military air activity sebanyak 135 kontak pesawat militer.
-   Bertindak sebagai Maritime Interdiction Operation (MIO) Commander sebanyak 13 kali, sebagai Anti Air Warfare Coordinator sebanyak 21 kali dan sebagai Hello Element Control sebanyak 18 kali.
-   Mendapat penghargaan berupa Valour Medale oleh Pemerintah Lebanon melalui Lebanesse Armed Force Navy (LAF-Navy).
-   Mendapat penghargaan berupa Certificate of Appreciation dari PBB yang diserahkan langsung oleh Force Commander and Head of Mission of the UNIFIL  Major General Paolo Serra.
-   Menjadikan KRI SHN- 366 sebagai Kapal Markas (flag ship) MTF/ UNIFIL.
-   Penghargaan berupa Certificate of Appreciation dari MTF Commander.
-   Outstanding Performance Evaluation dari MTF Commander atas dedikasi dan kontribusinya dalam turut mewujudkan Mandat PBB No. 1701 dan 2604.
 
Dalam sambutannya, Letnan Kolonel (P) Dato Rusman SN menyatakan apresiasi yang tinggi atas sambutan Pemerintah Indonesia dalam hal ini atensi Kepala Perwakilan dan staf serta Atase Pertahanan yang turut memberikan dukungan dan bantuannya sejak dari berangkat ke Lebanon dan singgah di beberapa negara sampai menuju pulang ke tanah air.  Selain itu Letkol Dato Rusman SN juga menegaskan bahwa bekal pengalaman selama 6 bulan menjalankan misi perdamaian PBB tidak hanya menambah persahabatan dengan Angkatan Laut Negara lain, tetapi yang paling penting adalah menambah pengetahuan bagi para prajurit dalam melaksanakan operasi patroli gabungan dengan Angkatan Laut Negara lain, sehingga dapat meningkatkan profesionalitas, skill, dan pengetahuan serta dapat lebih mengerti bagaimana menangani masalah keamanan maritim apabila terjadi di wilayah maritim Indonesia.
 
Secara terpisah, di hadapan para perwira Duta Besar RI Muscat antara lain menyampaikan :
 
-   Rasa bangganya atas keberhasilan KRI SHN- 366 sukses menjalankan misinya selama 6 bulan di Lebanon.
-   Partisipasi KRI SHN-366 dalam misi perdamaian UNIFIL ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Indonesia dalam melaksanakan Resolusi PBB nomor 1701 tentang perdamaian antara Lebanon dan Israel.
-   Bekal pengalaman selama menjalankan misi perdamaian merupakan bekal dan modal tak ternilai untuk menjadikan TNI (khususnya TNI-AL) menjadi tangguh dan profesional.
-   Mengajak para prajurit merasa bangga karena sebagai bangsa yang besar, Indonesia telah mendapatkan kepercayaan  berkali-kali untuk mengemban tugas penting di bawah misi PBB, hal ini  membuktikan bahwa profesionalitas tentara Indonesia diakui oleh dunia internasional, khususnya PBB.
-   Kebanggaan lain yang perlu ditanamkan oleh setiap prajurit dalam menjalankan misi baik di dalam maupun luar negeri adalah kemajuan ekonomi Indonesia saat ini. Penilaian kemajuan ini datang dari lembaga internasional yang kredibel maupun maupun dari pengamat yang memiliki reputasi internasional sehingga dimasukkannya Indonesia ke dalam kelompok G-20. Indonesia tidak pernah minta untuk dimasukkan  ke dalam kelompok tersebut, namun pihak luarlah yang memandang Indonesia pantas masuk kelompok tersebut berdasarkan perkembangan ekonomi yang telah dicapai Indonesia.
-   Hasil sosialisasi dengan prajurit asing hendaknya menjadi spirit bagi para prajurit untuk lebih profesional dalam mengemban tugas ke depan.
 
Selama kunjungan singgahnya di Salalah - Oman, WNI yang berdomisili/bekerja di Salalah dan sekitarnya diberi kesempatan melihat dan mengunjungi kapal dengan harapan mereka memiliki rasa bangga atas kemampuan dan kebesaran negara Indonesia sehingga bisa meningkatkan rasa percaya diri yang tinggi untuk hidup dan bekerja di rantau. Tercatat sebanyak 14 WNI yang berkesempatan mengunjungi kapal. Minimnya WNI yang berkunjung banyak disebabkan oleh karena waktu berkunjung bukan merupakan hari libur.